Dear Pak masumi…..ups…maksudku masumi (aku sudah janji hanya memanggilmu masumi tanpa embel-embel ‘pak’ ^ ^)
5 hari sudah berlalu sejak kepergianmu ke Amerika untuk perjalanan bisnis….
Hari-hari yang aku lewati tanpa dirimu begitu panjang dan lamaaaaa…..
Satu hari serasa seribu tahun…..
Hatiku sangat…sangat merindukanmu……….
Setiap ada kesempatan, aku selalu membuka folder handphoneku yang berisikan fotomu. Aku bukan hanya memandangi gambarmu tapi juga mengelus dan menciumi gambar wajahmu.
Bila malam tiba, saat aku sudah berada dalam kamar apartemenku…..aku hanya bisa menyapa fotomu yang sedang tersenyum, yang terpajang di samping tempat tidurku…..
Tapi…masumi, mawar unguku…..
Sebenarnya ada penyesalan dalam hatiku….
Seharusnya sebelum kamu pergi, aku tidak meminta foto yang sekecil ini padamu…tapi harusnya aku meminta foto yang sangat besaaar….bila perlu sebesar poster film yang biasa di pajang di bioskop……Karena fotomu yang sekarang terpajang di meja samping tempat tidurku itu kurang besar, kurang jelas bagiku untuk memandang wajahmu, aku tidak puas…..
Atau mungkin..harusnya jangan foto yang aku pinta……tapi sebuah patung lilin yang seukuran dengan dirimu dan sama persis menyerupai dirimu-patung lilin seperti yang ada di museum madam Tussauds-, agar aku bisa lebih puas memandangimu dan merasa kamu selalu ada di sampingku….
Walaupun sejujurnya.. aku lebih sangat…sangat mengharapkan dirimulah yang sebenarnya, -bukan foto sebesar poster ataupun patung lilin-, yang selalu ada di sisiku dan selalu menemaniku…karena hanya kamu yang nyata…yang bisa memberikan aku pelukan hangat, kecupan lembut dan kata-kata penambah semangat….