Halaman

Selasa, 29 November 2011

Why I did Fall in Love With You

“Aku tidak pernah tahu mengapa aku bisa jatuh cinta padanya…pesona apa yang dimilikinya sehingga aku tidak mampu memalingkan hatiku darinya. Padahal, dia hanyalah gadis mungil dengan wajah yang ‘biasa’ jika dibandingkan dengan banyak wanita cantik di sekelilingku”

Masumi memandang dari kejauhan gadis mungil yang biasanya tampak ‘biasa’ itu. Hari ini, ada yang lain darinya. Dia tampak cantik dan dewasa dalam balutan gaun putih dan elegan. Wajahnya berseri-seri dan senyuman tidak pernah berhenti mengembang dari bibirnya.

Lalu…lagu itu mulai terdengar…lagu yang menandakan bahwa upacara pernikahan akan dimulai.
Di depan altar, seorang pria muda sedang menunggunya. Pria itu adalah Koji…ya dia adalah Sakurakoji. Koji menatap penuh cinta dan tersenyum pada gadis mungil yang sedang melangkah perlahan mendekatinya.


Selasa, 15 November 2011

Story About You and Him #4

Pertemuan Masumi dengan Mr. Robin ternyata tidak memakan waktu lama. Saat jam makan siang, Masumi sudah selesai dan keluar dari gedung X.

“Hua….akhirnya selesai juga pertemuanmu dengan bapak gendut berkepala botak itu, Masumi. Aku hampir saja mati kebosanan mendengarkan percakapan kalian” ucapmu sambil berjalan disamping Masumi.

“Memangnya siapa yang menyuruhmu mengikutiku terus?”

“Habis kalau aku tidak mengikutimu, aku harus mengikuti siapa?” tanyamu balik bertanya.

“Tidak tahu” sahut Masumi sambil mengangkat kedua bahunya “Terserah kamu dan aku akan sangat berterima kasih kalau kamu berhenti mengikutiku”

“Jangan harap, Masumi…” sahutmu cepat “Selama aku di sini, aku akan terus mengikutimu, kan aku sudah mengatakan kalau aku adalah bayanganmu”

Masumi hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapanmu.


Minggu, 06 November 2011

Story About You and Him #3

15 menit kemudian…..

Masumi keluar dari ruangannya dan menuju ruang meeting, yang tentu saja kamu tidak ketinggalan mengekorinya.

Para manager yang telah berkumpul segera membungkuk hormat ketika melihat kedatangan Masumi.”Selamat pagi, pak Masumi” sapa mereka bersamaan.

“Pagiii…..bapak-bapak semua….” Sahutmu semangat.

“Pagi…” sahut Masumi “Silahkan kalian semua duduk kembali” lanjutnya sambil duduk ke kursinya yang biasa.

“Masumi….” Katamu “aku duduk di mana?” tanyamu ketika melihat semua kursi terisi penuh.

Masumi hanya mendelik padamu.

“Iya deh..iya…..aku berdiri di sana saja” sahutmu sambil berjalan menuju jendela besar yang ada di ruangan itu.