Selasa, 21 Februari 2012
Valentine's Chocolate (2 of 2-end)
Beberapa saat kemudian…
“Hmmm…pa..pak Masumi” panggil Maya yang baru saja keluar dari kamar mandi pada Masumi yang berdiri membelakanginya.
Masumi pun membalikkan badannya dan ia tersenyum melihat Maya yang telah memakai piyamanya dan berdiri tak jauh darinya.
“Sudah selesai mandinya?” tanyanya kemudian.
Maya mengangguk.
“Semoga kamu nyaman dengan piyamaku itu, mungil” ucap Masumi “Bajumu sudah aku masukkan ke mesin pengering. Jadi sampai menunggu bajumu benar-benar kering, terpaksa kamu memakai piyamaku“
“Tidak apa-apa,pak Masumi” sahut Maya “A..aku cukup nyaman dengan piyama anda ini” lanjutnya dengan wajah sedikit memerah, yang membuat Masumi kembali tersenyum.
“Duduklah di sana” katanya kemudian sambil menunjuk ke sofa yang ada di ruang tamunya.
Maya mengangguk lalu ia berjalan menuju sofa dan duduk di salah satu sofa.
Selasa, 14 Februari 2012
Valentine's Chocolate (1 of 2)
“Bunganya, pak….” Ucap seorang wanita muda menawarkan setangkai mawar merah pada Masumi yang baru saja turun dari mobilnya di depan gedung Daito.
“Ayo, pak. Dibeli bunganya. Untuk istri anda” ucap wanita muda itu lagi terus menawarkan dagangan bunganya pada Masumi.
“Tidak” sahut Masumi pendek.
Tapi wanita muda itu tidak pantang menyerah. Ia terus saja menawarkan dagangannya.
“Ayolah, pak. Bila anda sayang pada istri anda, berilah ia bunga. Ia pasti akan gembira dan semakin mencintai anda” ucap wanita muda itu lagi.
“Tidak” ucap Masumi lagi sambil mempercepat langkahnya masuk ke dalam lobby. Di dalam lobby, ia menghampiri seorang satpam yang sedang mondar-mandir di dalam lobby tersebut.
“Pagi, pak Masumi” ucap si satpam ketika ia melihat Masumi mendekatinya.
“Pagi…” sahut Masumi pendek “Pak satpam, bagaimana kamu bisa membiarkan penjual bunga itu” lanjutnya sambil menunjuk ke arah wanita muda di depan lobby yang sedang menawarkan bunga-bunga pada orang-orang yang masuk ke dalam gedung Daito “Menawarkan bunganya di sana”
“Eh itu…”
Langganan:
Komentar (Atom)

