Halaman

Sabtu, 19 Mei 2012

1001 Mawar Ungu part 05


“Tante Mayaaa…” panggil Momo yang kembali keluar karena Maya tidak masuk-masuk juga ke dalam rumah. Dengan kakinya yang kecil, ia berlari menghampiri Maya yang masih terduduk di depan pagar dan menatap ke satu arah, arah Masumi dari pergi.

“Tante Mayaa….” panggil Momo lagi ketika ia sudah ada di dekat Maya. Wajah polosnya tampak cemas karena Maya diam saja dan tidak menyahuti panggilannya.

“Tante Mayaa…” sekali lagi Momo memanggil Maya sambil menyentuh tangan Maya “Tante…..tante kenapa?”

Sentuhan tangan Momo di tangannya menyadarkan Maya sehingga Maya menoleh dan menatap Momo yang juga sedang menatapnya dengan tatapan khawatir. “ah…Momo chan…” ucap Maya akhirnya.

“Tante…tante kenapa?” tanya Momo lagi.

Story About You and Him #6



“Masumii….ayo dong ngomong” serumu “Jangan diam saja”

Tapi Masumi hanya diam membisu Dan menatap kesal padamu.

“Mawar ungu? Halooo…..Mawar ungu?” terdengar lagi suara Maya di sana “Apa anda bisa mendengarku?”

“Bisa…bisa…..” teriakmu keras sambil memandang Masumi dengan mimik kesal “Mawar ungu ada di sini koq tapi medadak gagu, kayaknya ada yang memotong lidahnya jadi tidak bisa bicara deh xixixixixi…”lanjutmu mengoceh sendiri walaupun kamu tahu kalau Maya tidak mungkin dapat mendengar ocehanmu kemudian kamu kembali berkata kepada Masumi “Masumiii….ayoo….orang bertanya koq tidak di jawab sih—“

Masumi masih saja diam, tidak berkata apapun. Ia terus saja memandang kesal padamu lalu dengan tiba-tiba ia merebut ponsel dari tanganmu dan mematikannya.

“Lho…lho…lho…koq dimatikan sih, Masumi” protesmu “Kamu tuh ya, bukannya dijawab malah langsung dimatikan, dasar tidak punya sopan santun. Harusnya kan—“

“Tutup mulutmu” desis Masumi sambil melotot padamu.

Selasa, 01 Mei 2012

Always By Your Side part 1

 (Sekuel Valentine's Chocolate)


“Pak Masumi…silahkan dokumen yang ini anda tanda tangani” ucap Mizuki sambil menyerahkan sebuah dokumen ke hadapan Masumi. Dan tanpa banyak bicara, Masumi pun meraih bolpen yang menandatanganinya.

“Ada lagi yang lain?” tanya Masumi sambil menyerahkan kembali dokumen yang telah ditanda tanganinya pada Mizuki.

“Tidak ada, pak Masumi. Hanya itu” sahut Mizuki sambil mengambil kembali dokumen tersebut “Dan ini…” lanjutnya sambil meletakkan beberapa dokumen lain di atas meja Masumi “Dokumen yang harus anda pelajari”

“Hmm…taruh saja di sana, Mizuki. Nanti aku akan membacanya” ucap Masumi.

“Eh?” tanya Mizuki menatap Masumi heran.

Masumi mengangkat wajahnya dan menatap Mizuki “apa ada yang salah, Mizuki?”