Halaman

Rabu, 24 Agustus 2011

Kejutan Masumi

(sekuel I love you, Masumi)

“Aku ingin putus darimu, Masumi” kata Maya tiba-tiba ketika Masumi datang menjemputnya.

“Mengapa?”Tanya Masumi

“Apa aku harus mengatakan alasannya?” Maya balik bertanya

“Tentu saja aku harus tahu alasannya. Apa yang menyebabkan kamu tiba-tiba bicara seperti itu”

“Karena..kamu datang terlambat, aku harus menunggumu lamaaaa” sahut Maya kesal

“Jangan main-main kamu Maya. Aku sudah memberimu penjelasan, mengapa aku datang terlambat”

“Ah, alasan apapun aku tidak mau tahu. Pokoknya aku mau putus karena kamu datang terlambat” kata Maya

“Tapi, tetap saja itu tidak masuk akal” Ucap Masumi bersikeras “Masa karena aku datang terlambat, kamu langsung memutuskan hubungan kita”

“Kenapa tidak?”Tanya Maya

Senin, 22 Agustus 2011

POWER of LOVE (chapter 10-End)

Maya tersadar dari pingsannya. Ia memandang sekelilingnya. Ia berada di sebuah ruangan berukuran kecil. Tidak ada apa-apa di sana.

Ceklek…

Seseorang masuk dalam ruangan itu.

“Apa kamu sudah sadar, Maya?” tanyanya

“Ka..kazuya….” ucap Maya saat mengenali orang yang menyapanya.

“Halo..Maya…kita bertemu lagi” ucap Kazuya

Kazu---“

“Tapi sayangnya kali ini kamu sial. Sesuai dengan ucapanku waktu itu..aku tidak akan melepaskanmu…kamu harus membayar apa yang telah kamu lakukan padaku” lanjut Kazuya lagi

“a..apa maksudmu?”Tanya Maya tidak mengerti

Minggu, 14 Agustus 2011

POWER of LOVE (chapter 09)

Pementasan pertama yang berlangsung di Tokyo itu akhirnya selesai dan sangat sukses.

Tepuk tangan dari penonton terus membahana seolah tiada henti.

Dibelakang panggung, Maya sedang berusaha keluar dari kerumunan orang yang mengelilinginya.

“Permisi…permisi…biarkan saya lewat” pinta Maya berulang-ulang.

Tapi orang-orang itu terus mengerumuni dan menyalami Maya.

Tiba-tiba ada satu tangan yang menariknya keluar dari kerumunan itu.

“Satomi…”ucapnya ketika ia melihat siapa yang melakukannya.

“Selamat, Maya. Pementasanmu sangat mengagumkan” katanya sambil memberikan buket mawar merah yang besar.

“Terima kasih, Satomi. Untuk bunganya dan karena kamu bersedia datang dan menonton pementasanku. Kamu memang temanku yang baik” ucap Maya tulus

“Teman? Jadi benar-benar sudah tidak ada lagi tempat untukku. Maya?” Tanya Satomi kecewa

Kamis, 11 Agustus 2011

POWER of LOVE (chapter 08)

Malam hari di kamar Masumi.

Masumi sedang termenung sendiri.

Ingatannya kembali pada kejadian tadi siang saat kakek Shiori memintanya untuk secepatnya menikahi shiori..

“Menikah?” tanyanya “Mengapa ketika aku diminta untuk cepat menikahi Shiori, ada keraguan di hatiku. Bukankah dia adalah tunanganku? Selama ini,aku selalu berusaha menjadi tunangan yang baik baginya. Tapi mengapa sepertinya ada yang salah. Apa yang sebenarnya yang terjadi antara aku dan Shiori dulu? Atau perasaanku padanya juga ikut hilang?” Tanya Masumi pada dirinya “Apa yang harus aku lakukan sebenarnya?”

Masumi menghembuskan napasnya dalam.

“Keputusan apa yang sebaiknya aku ambil?Apakah aku memang harus menikahi Shiori karena ia adalah tunanganku?Ah…aku benar-benar tidak tahu..mengapa tidak ada setitik ingatan pun yang aku ingat tentang hubunganku dengan dia…jawaban apa yang harus aku berikan pada kakek Shiori bila beliau menanyakannya lagi?apa?”

Rabu, 10 Agustus 2011

TRAGEDY

Masumi sedang mengendarai mobilnya menuju bandara Tokyo. Sesekali matanya melirik ke kursi di sampingnya. Di kursi itu tergeletak sebuah buket besar yang berisikan 100 tangkai mawar ungu.
Hari ini, gadis mungilnya akan kembali ke Tokyo setelah hampir sebulan maya meninggalkan Jepang dan melakukan pementasan bidadari merah di beberapa Negara Asia.
“Maya…akhirnya tour keliling asiamu usai juga. Aku sudah sangat rindu padamu. Aku benar-benar tidak sabar bertemu denganmu” gumam Masumi sambil tersenyum senang.
Pada salah satu pintu kedatangan di bandara Tokyo, suasana tampak ramai. Bukan ramai oleh penumpang tetapi di penuhi wartawan yang akan meliput kedatangan pemeran bidadari merah itu dan juga petugas kepolisian yang sedang berjaga-jaga.
Tak lama menunggu, seorang gadis mungil berpakaian modis dan memakai kaca mata hitam disertai rombongannya tampak keluar dari pintu itu. Wartawan yang sedari tadi sudah menunggu langsung mendekati rombongan itu. Untung saja, pihak bandara telah menyiapkan petugas kepolisian untuk mengawal rombongan itu sehingga keadaan tetap dapat dikendalikan.
Maya tidak memperdulikan keadaan di sekelilingnya, matanya mencari-cari seseorang. Orang itu berjanji akan menjemputnya saat ia tiba di bandara.
Akhirnya orang yang dicarinya berhasil ditemukannya. Tak jauh tepat di depannya, seorang pria tampan memegang biket besar mawar ungu berdiri sambil tersenyum menatapnya.
“Masumi…” ucap Maya sambil menatap rindu pria itu.
Maya segera berlari menuju arah pria itu dan segera memeluknya.

Rabu, 03 Agustus 2011

POWER of LOVE (chapter 07)

‘Ckiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttt………..’

Mobil itu hampir saja menabrak Maya.

Tinggal beberapa inci lagi…

Tapi untung saja, pengemudinya sigap, mobilnya bisa berhenti tepat pada waktunya.

Dua orang pria bergegas keluar dari mobil itu.

“Anda tidak apa-apa, no---“ ucap salah seorang dari mereka

“Mayaaa” ucapnya lagi ketika ia mengenali siapa yang hampir ditabraknya.

“Maya…apa kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?” tanyanya yang melihat Maya jatuh terduduk.

“Maya..jawab aku..”katanya lalu ia berjongkok dan mengguncang-guncang lembut tubuh Maya, mencoba menyadarkan gadis itu.

Dengan berlinangan air mata, Maya memandangi pria yang mengguncang-guncang tubuhnya.

“Sa..satomi?” ucap Maya perlahan ketika ia mengenali pria itu.

“Satomiiii” kata Maya lagi, kemudian secara tiba-tiba ia memeluk Satomi erat dan menangis di dadanya “Huaaaaa……”