Pak sopir segera membukakan pintu untuk Masumi dan Masumi pun keluar dari mobil.
“Aku juga mau ikut kelu---“
Duk…
“Aduh…” teriakmu karena kepalamu terbentur kaca mobil, karena pada saat kamu mau keluar, pak sopir menutup pintu.
“Aih…pak sopir tidak sopan. Aku kan belum keluar” gerutumu sambil bergeser ke pintu lain dan membuka pintu.
Sopir yang tanpa sengaja melihat pintu yang dibuka olehmu kemudian menutup lagi, merasa heran.
“Mengapa pintu yang sebelah sana, bisa membuka dan menutup sendiri?”tanyanya bingung. Ia pun berdiri diam dan terus menatap pintu itu.
Setelah beberapa saat, sopir itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Apa mataku yang benar-benar salah lihat? Atau jangan-jangan di sini ada---“
Tiba-tiba dirasakannya bulu kuduknya berdiri.
“Ampun, tuan hantu, nyonya hantu ataupun siapa anda, tolong jangan ganggu saya” ucapnya tiba-tiba sambil dengan takut-takut mengintip ke dalam mobil. .
Tiba-tiba….
Sebuah tangan menyentuh bahu sopir itu.
“Aaaaa…..” teriak sopir itu kaget dan membalikkan badannya.
“Ada apa denganmu? Mengapa kamu teriak-teriak?” tanya seseorang, yang akhirnya juga ikutan kaget karena sopir tersebut berteriak.
“Ah kamu, mengagetkan saja” kata sopir saat mengenali orang yang menepuknya, yang ternyata adalah temannya, sesama sopir.
“Memangnya ada apa denganmu?seperti melihat hantu saja”
“Mungkin…mungkin di sini memang ada hantunya” jawab sopir masumi sambil celingak-celinguk.
“Masa?” tanya temannya tidak percaya “Kita bekerja di sini bukan sehari dua hari. Tapi baru sekarang kamu mengatakan di sini ada hantu” lanjutnya tidak percaya.
“Tapi, tadi aku melihat kalau pintu yang sebelah sana, membuka dan menutup sendiri” sahut sopir masumi lagi.
“Ah, mungkin kamu salah lihat”
“Tidak mungkin salah lihat. Aku melihatnya dengan jelas. Pintunya terbuka lebar, seperti ada seseorang yang keluar kemudian menutup lagi” jawab sopir Masumi ngotot.
“Kalau begitu, ya mungkin hantunya sudah keluar” sahut temannya enteng “Ayo, cepat, diparkir mobilnya. Tuh, sudah ada mobil yang datang. Jangan menghalangi jalan” lanjutnya.
“Tapi…bagaimana kalau masih ada hantu lain di dalam mobil?”
“Ya ampun…sudah tua tapi penakut. Mana ada hantu lagi di hari terang kaya gini” jawab temannya lagi.
Melihat sopir Masumi yang ragu-ragu untuk masuk dalam mobil, akhirnya temannya itu membuka pintu.
“Ya sudah, untuk hari ini, aku temani ke tempat parkiran. Ayo, cepat. Di belakang sudah ada yang mengantri tuh” katanya sambil masuk dan duduk di kursi penumpang.
Dan akhirnya sopir Masumi pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke tempat parkir.
@@@@@@
Kamu berlari mengejar Masumi yang telah lebih dulu masuk ke dalam gedung Daito, kemudian kamu mengekor di belakangnya.
“Pagi, pak Masumi” sapa karyawan yang berpapasan dengan masumi sambil membungkuk hormat.
“Pagi” jawab Masumi
“Pagi..pagi…” ucapmu membeo sambil menuruti gerakan karyawan yang membungkukkan badannya ketika memberi salam.
Sesampainya di depan lift, Masumi berdiri dan menunggu.
“Masumi…kamu bekerja di lantai berapa? Apa ruang kerjamu luas? Apa ruanganmu dingin? Apa---“ tanyamu sambil berdiri di sebelah Masumi.
Masumi sama sekali tidak menjawab pertanyaanmu dan bersikap seolah tidak mendengar apapun.
Ting…
Pintu lift akhirnya terbuka.
Masumi pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift dan menekan sebuah tombol.
“Eit….aku jangan di tinggal” serumu sambil cepat-cepat masuk dalam lift tersebut.
“Masumi, jawab dong pertanyaanku. Dari tadi kamu hanya diam saja dan menganggapku tidak ada”
“Kamu memang SEHARUSNYA tidak ada” jawab Masumi “siapa yang menyuruhmu muncul dihadapanku?”
“Masumi, kamu koq begitu sih? Mengapa kamu begitu kejam padaku? Teganya..teganya…teganya….”sahutmu “Ooooh…teganya dirimu padaku…”
“Berisik…” kata Masumi “apa mulutmu tidak bisa diam dan berhenti mengangguku?”
“eh, Masumi---“
Masumi menghembuskan napas panjang, mencoba menenangkan dirinya.
“Sampai kapan sih kamu terus menggangguku? Tidak bisa kah kamu enyah dari hadapanku?” tanya Masumi “Aku tidak pernah memohon pada siapapun, tapi kali ini, aku mohon padamu, menghilanglah dari kehidupanku” lanjut Masumi
“Masumi..masumi…mana bisa kamu memohon dengan menatap dingin padaku seperti itu? Harusnya kalau memohon itu kamu berlutut” jawabmu enteng “Kalau kamu mau melakukannya, mungkin aku mau mempertimbangkannya…bagaimana Masumi? Maukah kamu melakukannya?” tanyamu sambil menatap Masumi dengan mata usil “Kapan lagi direktur daito berlutut padaku, bisa masuk keajaiban dunia ke 8 hehehehehe…..”
“Kamu…” seru Masumi kesal
“Apa?” tanyamu enteng
“Benar-benar keterlaluan” jawab Masumi sambil melangkahkan kakinya keluar dari lift karena pintu lift sudah terbuka.
Masumi berjalan cepat-cepat menuju ke ruangannya.
“Masumi, jangan mentang-mentang tinggi dan punya langkah panjang, kamu berjalan cepat-cepat dan meninggalkan aku. Tunggu aku, Masumiii….” Teriakmu sambil berlari menyusul Masumi.
“Selamat pagi, pak Masumi” sapa Mizuki yang segera berdiri dari kursinya saat melihat Masumi datang.
“Pagi…”sahut Masumi pendek kemudian ia membuka pintu ruangannya dan masuk ke dalam.
“Nonaaaa…mizuki…..selamat pagi……”ucapmu pada Mizuki “senang bertemu denganmu dan semoga hari-harimu terus menyenangkan walaupun kamu harus menghadapi bosmu yang dingin itu” lanjutmu. “Eh, by the way busway, mau gak, kalau kamu ,aku jodohkan dengan Hijiri?kayanya cucok deh hehehehe…”
Tapi, Mizuki, tentu saja tidak mendengar celotehmu itu, ia asyik menatap layar komputernya dan terlihat serius.
Kamu yang penasaran dengan Mizuki yang serius dengan layar komputernya, mendekati Mizuki dan mengintip apa yang sedang Mizuki kerjakan.
Dengan mouse-nya, Mizuki tampak asyik mengiris bawang, memotong tomat dan menumis sayur.
Kamu pun tertawa terbahak-bahak..
“Huahahahaha……Mizuki…mizuki….., ternyata….sekretaris seefisien kamu juga hobi main cooking mama ya? Huahahahaha…..” katamu disela-sela tawamu.
“Bagus…bagus,,,Mizuki…kalau sudah jago masak di game, siapa tahu jadi jago masak di dapur. Siap-siap jadi ibu rumah tangga yang efisien juga yaaa?”
@@@@@@
“Masuk…tidak….masuk….tidak…..” ucapmu sambil memegang handle pintu yang menuju ke ruangan Masumi. Sesekali, matamu melirik ke arah Mizuki yang masih serius menatap layar komputernya, masih bermain cooking mama (wkakakaka…..).
Bila kamu membuka pintu itu, pasti kamu akan mengejutkannya karena Mizuki akan melihat pintu terbuka sendiriKetika kamu masih menimbang-nimbang, telpon di meja Mizuki berbunyi dan Mizuki pun segera mengangkat telponnya.
Tak lama kemudian, ia berdiri dan menuju meja kecil yang ada di pojokan dan menyeduh kopi.
Setelah selesai, Mizuki membawa secangkir kopi itu menuju ke ruangan Masumi.
Kamu menyingkir dan memberi jalan pada Mizuki kemudian mengikutinya masuk ke dalam ruangan Masumi.
“Woow…..” serumu kagum saat masuk ke dalam ruangan kerja Masumi yang besar dan berinterior modern.
Matamu kemudian melihat Masumi yang sedang sibuk membaca dokumen.
“Halo, Masumi….beberapa menit berpisah denganmu membuat aku kangen” ucapmu pada Masumi sambil mengedipkan matamu.
Masumi yang mendengar suaramu mengangkat kepalanya dan menatapmu.
“Si pengacau muncul lagi” gumamnya perlahan kemudian kembali ia melanjutkan membaca dokumen.
Kamu berjalan menuju jendela besar yang ada di ruangan itu. Pemandangan kota Tokyo terpampang di sana.
“Wah…keren……” serumu “Dan itu…..tokyo tower….” Lanjutmu sambil menunjuk ke sebuah menara.
Kamu memalingkan wajahmu dan menatap Masumi.
“Masumi, nanti ajak aku ke sana ya….aku ingin melihat Tokyo tower dari dekat…Ya Masumi..ya…ya…ya….?”
Tapi, Masumi seolah tidak mendengar ucapanmu, ia tetap saja asyik membaca dokumen.
“Pak Masumi, ini kopinya” ucap Mizuki sambil meletakkan cangkir kopi di meja Masumi.
“Terima kasih, Mizuki” sahut masumi sambil mengambil cangkir itu dan meneguk kopinya. “Apa jadwalku hari ini, Mizuki?” tanya Masumi kemudian.
“Hari ini anda ada pertemuan dengan Mr. Robin jam 11 di gedung x, tapi sebelum itu anda harus menghadiri rapat---“kata Mizuki membacakan kegiatan Masumi hari itu.
Sementara itu, kamu yang mulai bosan melihat pemandangan kota Tokyo, berjalan menuju sofa besar yang ada di ruangan tersebut dan duduk di sana.
Tapi kamu tidak duduk diam, kamu malah meloncat-loncat di atas sofa itu.
“Empuk….sofanya empuk sekali” ucapmu kegirangan seperti anak kecil yang menemukan permainan baru “sofa di ruang direktur memang berbeda”
Setelah puas meloncat-loncat di sofa, kamu membaringkan tubuhmu di sofa tersebut. Dalam posisi berbaring, matamu bergerak ke sana ke mari mengamati apa yang ada dalam ruangan tersebut.
Sebuah lemari besar di salah satu sudut, rak kaca yang berisikan barang-barang seni dan beberapa penghargaan, dan sebuah lukisan besar bergambar pemandangan. Matamu lalu menatap Masumi yang sedang serius mendengarkan perkataan Mizuki.
“Masumi…hoi….masumi……” panggilmu.
Tapi Masumi mengacuhkanmu dan tetap fokus mendengarkan ucapan Mizuki.
“Masumi, harusnya di ruanganmu ada LCD TV ditambah home theaternya,supaya kalau lagi suntuk bisa karaoke-an….sekalian harus ada PS3-nya juga, Masumi. Supaya bisa main game. Kan enak kalau bisa main game dance atau balapan mobil”ucapmu “Pasti jadi betah deh di kantor xixixixi….”lanjutmu sambil terkikik sendiri.
“Ah, Masumi tidak asyik ,diajak bicara, tidak pernah menyahut” ucapmu lagi sambil bangun dan menghampiri Masumi.
Kemudian kamu berdiri di samping Mizuki dan mendengarkan perkataan Mizuki yang masih belum selesai membacakan jadwal Masumi.
“…Selanjutnya, pak. Setelah makan siang, anda juga ada pertemuan dengan Tuan Watanabe, lalu sore harinya anda harus menghadiri peresmian gedung perkantoran di---“
“Kapan jadwal Masumi bertemu Maya, nona Mizuki?” celetukmu tiba-tiba.
Tapi, tentu saja Mizuki tidak mendengarkan pertanyaanmu dan ia terus saja berbicara dengan Masumi.
“Masumi….tanyakan padanya, kapan kamu bisa bertemu dengan Maya? Jadwalmu sibuk sekali hari ini…” ucapmu pada Masumi.
Tapi, lagi-lagi Masumi seolah tidak mendengarkanmu dan malah memberikan sebuah instruksi pada Mizuki.
“Ya..ampun….aku dicuekin….” keluhmu “Kuncup kembang terbalik terbang….kasian deh guee….”
“MASUMIIII….” Teriakmu kemudian “Apa kamu tidak mendengar ya…ayo dong tanya nona Mizuki, kapan kamu punya waktu luang untuk bertemu Maya?” tanyamu lagi.
“Masumi..hoi…hoi…Masumi….Halo…Masumi…..tes..tes…Masumi…Masumi… apa kamu mendengar….masumiiii…..”
Masumi yang merasa terganggu olehmu yang terus berbicara, akhirnya tidak dapat menahan dirinya.
“DIAAMMM….” Teriak Masumi tiba-tiba “Apa kamu tidak bisa diam?” tanyanya sambil menatap marah padamu yang sedang berada di belakang Mizuki.
Mizuki langsung terdiam dan terlihat terkejut mendengar Masumi yang tiba-tiba berteriak padanya (?).
“Ma…maaf, pak…saya…saya…..” ucap Mizuki yang masih terkejut bercampur bingung.
“Hush…Masumi…jangan teriak-teriak dan marah-marah seperti itu….”ucapmu dengan wajah tidak berdosa “Kasihan tuh nona Mizuki, wajahnya sampai pucat karena tiba-tiba kamu membentaknya”
“Ka..kamu….” desis Masumi geram sambil mengepalkan tangannya.
Kemudian Masumi menatap Mizuki.
“Maaf, Mizuki. Aku bukan meneriakimu. Tapi aku meneriaki dia” ucap Masumi sambil menunjuk padamu dengan matanya.
“Mizuki menolehkan kepalanya ke arah yang ditunjuk Masumi, tapi ia tidak melihat apa-apa, jadi ia kembali menatap Masumi dengan tatapan bingung.
”Eng..maaf, pak. Tapi di sana---“
“Aku tahu” kata Masumi cepat memotong kata-kata Masumi”Kamu tidak dapat melihatnya dan memang sebaiknya tidak dapat melihatnya. Dia hanyalah mimpi buruk”
“Mim..mimpi buruk?maksud Bapak?”tanya Mizuki sambil mengangkat kedua alisnya, tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Masumi.
“Ah, sudahlah. Lupakan. Tidak ada apa-apa, MIzuki. Aku hanya asal bicara”
“Asal---“
“Cukup. Mizuki. Tidak perlu mengulang dan bertanya dengan apa yang aku ucapkan” tegur Masumi.
“Mm..maaf, pak. Saya tidak akan mengatakan apa-apa lagi”
“Kamu boleh keluar sekarang. Nanti bila aku membutuhkanmu, aku akan memanggilmu lagi” perintah Masumi kemudian.
“Baiklah, pak. Kalau begitu. Saya permisi dulu. Dan jangan lupa, pak. 15 menit lagi, anda di tunggu di ruang rapat” ucap Mizuki kemudian undur diri, meninggalkan kamu dan Masumi berduaan.
bersambung ke SaYaH 3....
horeeeeeee, smakin ngawur smakin kereeeeen, tdk sabar menungguhhh berikut2nya, tp masa masumi saja yg bisa liat, paling tdk, hijiri jg bisa liatlah *usul ngawur*horeeeeeee, smakin ngawur smakin kereeeeen, tdk sabar menungguhhh berikut2nya, tp masa masumi saja yg bisa liat, paling tdk, hijiri jg bisa liatlah *usul ngawur*
BalasHapuswkwkwkwwkk fenny stresssss......xixixixi tapi lucu lanjuuut, menghibur bgt.....soalnya ringan dan gak neko2 :P
BalasHapuswaduhhhhhhh....... cupidnya stress..omg... tambahh fennyy...
BalasHapusakhirnya update...
BalasHapusgak kebayang mizuki main cooking game????
ckckck.... ternyata sekretaris teladan juga manusia hehehehe......
tp ak SETUJU banget kl hijiri jg bisa liat cupid, n cupid juga bisa njodohin hijiri ama mizuki, biar tambah SERUUUU ......
*theresia*
hiaaaaaaa dikit bgt tambaaahh lagi dunks makin kocak...XDD
BalasHapuskapan neh ktemu maya nyah...
BalasHapusayo jodohin mereka
Waaaaaa, kayaknya smakin seruuu ya
BalasHapusHadoooohhhh....
BalasHapus"kamu" itu gw banget siiihhh....
cooking mama,ps3,game dance,karokean,
cute cupid...u'r so CRAZY
lop this story..makin aneh makin asik
Cute cupidnya gaullll ... Love it😍
BalasHapus