(Sebuah cerita yang ringan dan segar, konyol, ngawur, aneh bin ajaib serta sedikit gila….jadi yang gak suka baca cerita model-model kaya gini, lebih baik gak usah bacaaa ^^)
(Sebuah khayalan tanpa batas, yang idenya muncul tiba-tiba tanpa diundang di kepala….
Bagaimana bila tokoh ‘kamu’ dari dunia nyata merecoki Masumi? Hmmm…jadilah sebuah cerita yang kacau balau ^o^)
(Dan inilah kolaborasi 'dua dunia' yang menghasilkan sebuah cerita yang lain daripada yang lain xixixi...)
Sinar matahari yang menembus kisi-kisi jendela menyilaukan matamu.
“Hmmm….” Gumammu sambil merentangkan tanganmu dan membalikkan badanmu.
BRUK…
Tanganmu menyentuh sesuatu yang ada di sampingmu.
Seketika itu, perasaanmu mengatakan bahwa ada seseorang yang tidur di sebelahmu.
Dengan cepat, kamu membuka matamu dan melihat siapa yang ada di sampingmu.
Kamu meloncat bangun dan memandang penuh selidik pada seseorang yang sedang tertidur pula situ.
Seorang pria berwajah tampan….wajah yang tidak asing bagimu…
Mulutmu menganga, dan matamu menatap tidak percaya…kemudian kamu menjerit keras…
“AAAAAAAAAAAAA……………”
Pria yang sedang tertidur itu, terbangun kaget mendengar teriakanmu yang tepat di telinganya.
“Apa yang----“ katanya sambil membuka matanya, dan…saat ia melihatmu ia pun ikut menjerit.
“Kamu…kamu siapa? Dan mengapa ada di kamarku? tanyanya sambil beringsut menjauhimu.
Kamu memandang sekelilingmu…kamu berada di kamar yang tidak kamu kenal, tapi…dengan pria yang sangat kamu kenal.
Akhirnya kamu menyadari sesuatu…kamu berada di dunia komik…kamu berada di kamar Masumi Hayami (Wuaaaaaa……..^^)
@@@@@@
Kamu beranjak mendekati Masumi, yang tentu saja Masumi mundur menjauhimu.
Kamu menatapnya lekat….
Kalian saling bertatapan….
Tiba-tiba tanpa sadar, tanganmu terulur dan mencubit pipi Masumi.
“Aaaw….” Teriak Masumi sambil mengibaskan tanganmu dan memegangi pipinya.
“Jadi…ini bukan mimpi….ini nyata…..aku berada di kamar yang sama dengan Masumi” ucapmu tidak percaya
“Horeee….yiiipiiiiiii……..” teriakmu kegirangan.
Masumi memandangimu bingung, kamu balas menatapnya…tapi kini dengan tatapan senang.
Kamu tersenyum manis pada Masumi, yang membuat Masumi ketakutan dan beranjak bangun.
Dengan sigap, kamu memegang lengannya, menahannya agar tidak pergi.
“Jangan pergi….” Ucapmu.
“Lepaskan tanganmu…” sahut Masumi sambil dengan sebelah tangannya yang lain mencoba melepaskan tangannya dari lenganmu, tapi kamu tetap memegangnya dengan erat.
“Duduklah sebentar..kita ngobrol-ngobrol dulu” bujukmu.
“Lepaskan tanganku…” kata Masumi lagi
“Akan aku lepaskan, kalau kamu kembali duduk” sahutmu tak mau kalah.
Akhirnya Masumi menyerah dan kembali duduk di tepi tempat tidurnya.
Kamu kembali menatapnya lekat, memandangi dengan kagum setiap lekukan yang terpahat dengan sempurna di wajah Masumi.
Dan…dengan tiba-tiba kamu memeluknya.
“Heii….” Teriak Masumi yang terkejut sambil mendorong tubuhmu menjauh.
“Ih..kasar banget sih kamu, jangan kasar-kasar donk, masumi sayang” ucapmu dengan genit, yang membuat masumi bergidik.
“Siapa kamu sebenarnya? Dan mengapa kamu berada dalam kamarku?” Tanya Masumi
“Aku…hmmm…..” kamu berpikir sejenak “Aku dikirim oleh dewa untuk membantumu. Panggil saja aku cute cupid” sambungmu ngarang.
“membantuku? Dan kamu cute..cute cupid?” tanya Masumi bingung “cute? apanya yang cute?” sambung Masumi dalam hati.
Kamu mengangguk.
“Betul…dan kedatanganku memang untuk membantumu mendekatkan hubunganmu dengan Maya” sahutmu
“Maya? Kamu tahu Maya?” Tanya Masumi, membelalakkan matanya tidak percaya
“Ya, tahulah….aku kan membaca kisah kalian, sampai hafal di luar kepala karena aku sudah membacanya puluhan kali” jawabmu “Dan juga sangat gregetan dengan hubungan kalian” sambungmu kemudian.
“Membaca? Gregetan?”Tanya Masumi bingung.
“Ya iyalah…7 tahun memendam perasaan pada Maya. Mau sampai kapan tuan Masumi Hayami? Apa gak cape tuh? Yang bacanya aja cape” ucapmu
“Hah…..”
Masumi bengong mendengar ucapanmu.
“Dari mana…dari mana kamu tahu perasaanku pada----“
“Kan sudah aku bilang, aku sudah berulang kali membaca kisahmu sampai hafal di luar kepala” ulangmu
Masumi menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti.
Kamu hanya mengangkat kedua bahumu, bersikap tidak peduli.
Masumi memejamkan matanya dan mengurut-ngurut keningnya.
“Mimpi…aku pasti masih bermimpi…ini benar-benar mimpi aneh…aku harus segera terbangun” gumamnya sambil berdiri dan meninggalkanmu
“Hei..mau ke mana?” tanyamu sambil mengekor
“Jangan ikuti aku” kata Masumi kesal “Aku mau mandi” lanjutnya sambil cepat-cepat menuju kamar mandi dan menutup pintu.
BLAM…
@@@@@@
Tak lama kemudian, kamu terpana melihat pemandangan indah yang terpampang di depanmu.
Masumi yang baru keluar dari kamar mandi, bertelanjang dada dan hanya memakai celana piyama pendek. Ia mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang tersampir dibahunya.(ini nih yang aku butuh gambarnya...ada yang bisa bantu ^^)
“WOW…..” ucapmu berdecak kagum melihat badan putih mulus, proposional dan sempurna. Sungguh menakjubkan……
“Apa perlu aku bantu mengeringkan rambutmu, Masumi?” tanyamu antusias
Masumi terkejut mendengar pertanyaanmu dan akhirnya menyadari bahwa kamu masih duduk di atas tempat tidurnya dan memandang terpesona padanya.
Tanpa pikir panjang, masumi menyambar jas kamarnya yang tersampir di kursi di dekatnya dan masuk kembali ke kamar mandi.
“Gila…ini benar-benar gila” gumamnya sambil menutup pintu.
Beberapa saat kemudian, Masumi keluar lagi dari kamar mandi dengan mengenakan jas kamarnya. Ia bergegas membuka lemari dan mengambil kemeja dan celana panjangnya. Kemudian kembali masuk ke kamar mandi.
Kamu menunggu Masumi dengan sabar.
Sampai akhirnya, Masumi keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap dan rapi.
Ia melihatmu sekilas dan berusaha mengacuhkanmu.
Ia membuka lacinya dan mengeluarkan dasi.
“Aneh…mengapa mimpi aneh ini belum berakhir? Benar-benar tidak masuk akal. Masa aku mimpi sepanjang ini. Dan siapa makhluk aneh yang tiba-tiba muncul itu. Datang dari mana dia?” gumamnya menggelengkan kepala sambil berkutat dengan dasinya.
“Siapa yang mengatakan bahwa ini mimpi, Masumi? Kamu sudah bangun, Masumi” celetukmu “Tadi waktu aku mencubitmu, kamu merasa sakit kan?”
Masumi berusaha menghiraukanmu dan tidak mendengar pertanyaanmu. Ia berkonsentrasi pada dasinya.
“Apa kamu mau aku pasangkan dasi, Masumi?” tawarmu antusias sambil melompat dari tempat tidurmu dan mendekati Masumi.
“STOP” teriak masumi “Jangan dekati aku…dan segeralah menghilang dari hadapanku”
“Tidak usah malu-malu, Masumi. Sini aku pasangkan. Aku paling jago lho kalau soal memasangkan dasi” sahutmu mengacuhkan perkataan Masumi.
“Tidaak” seru Masumi.
Ia bergegas menyambar jasnya dan melangkah keluar dari kamarnya.
Kamu pun mengejar dan mengikutinya…….
@@@@@@
“Selamat pagi, ayah…” sapa Masumi pada Eisuke yang sedang sarapan kemudian iapun duduk dan mengambil roti.
Kamu yang mengikuti Masumi dari belakang, berhenti sejenak dan mengamati sekelilingmu.
Matamu tertuju pada satu sosok. Seorang pria tua yang duduk di kursi roda sedang meminum susu.
“Ah…ternyata itu yang namanya Eisuke Hayami” katamu sambil menghampiri pria tua itu.
Kamu memandanginya seperti mengagumi sebuah karya seorang masterpiece.
“hmmm….tidak buruk”ucapmu “Halo…jenderal tua yang cerewet dan galak” sapamu dengan keras pada pria itu tepat di telinganya.
“UHUK” Masumi tiba-tiba terbatuk dan menyemburkan juice yang sedang diminumnya ketika mendengar ucapanmu.
“Ih..masumi jorok…masumi jorok…..” serumu ketika melihat kejadian itu.
“Ada apa denganmu, Masumi?”Tanya Eisuke
“Tidak..tidak ada apa-apa, ayah….” Sahut Masumi sambil mengambil tisu dan membersihkan juice yang berceceran.
“Hmm…ayah….” Panggil Masumi “Apa ayah tidak mendengar atau melihat sesuatu yang asing di ruangan ini?” Tanya Masumi
“Sesuatu yang asing?” Tanya Eisuke yang kemudian mengedarkan pandangannya.
“Ah….memang ada yang lain di ruangan ini” kata Eisuke kemudian, ia lalu menunjuk pada satu arah, menunjuk ke arahmu.
“Itu dia” kata Eisuke
“Ayah…jadi ayah dapat melihatnya?” Tanya Masumi
“Jelas saja aku dapat melihatnya, sebesar itu masa tidak kelihatan”sahut Eisuke
“Tapi..tapi mengapa ayah menganggapnya sebagai hal yang biasa? Apa ayah tidak terganggu dengan keberadaannya?” Tanya masumi bingung yang melihat reaksi ayahnya yang biasa dan tenang-tenang saja bahkan tidak terlihat terkejut.
“Mengapa harus terkejut. Bukankah dengan keberadaannya menjadi mempercantik ruangan ini” sahut Eisuke enteng
“Hah….” Masumi melongo dengan jawaban ayahnya.
“Cantik…aku dikatakan cantik oleh tuan Eisuke….” Ucapmu sambil tertawa-tawa riang “Coba kamu yang mengatakannya, Masumi…aku pasti akan sangat senang” lanjutmu sambil mengedipkan mata genit pada Masumi
“Mengapa kamu bengong seperti itu? Memang jawabanku salah? Vas bunga dengan mawar segar itu bukankah mempercantik ruangan ini?tanya Eisuke
“Jadi yang ayah lihat hanya vas dan bunganya saja” gumam Masumi perlahan.
Padahal di sana, di sudut ruangan yang di tunjuk Eisuke, ada kamu yang sedang menciumi bunga-bunga mawar itu.
“Apa yang kamu ucapkan?”Tanya Eisuke yang tidak mendengar dengan jelas gumaman Masumi.
“Apa..apa ayah tidak melihat hal yang lain di sana, ayah?” Tanya Masumi penasaran.
“Hal yang lain?” Tanya Eisuke yang melihat kembali sudut ruangan itu.
Kamu menunjuk-nunjuk dirimu sendiri.
“ini aku…ini aku…tuan Eisuke…halo…halooooo…tuan Eisuke….” ucapmu berulang-ulang.
Eisuke mengenyitkan dahinya.
“Tidak ada apa-apa di sana, Masumi. Kecuali vas bunga itu. Memangnya kamu melihat apa lagi di sana?”
Masumi terdiam dan menatap tajam padamu yang sedang tersenyum-senyum dan bergerak-gerak ke sana-sini.
“Dia tidak dapat melihatku, Masumi…Tuan Eisuke yang tua itu tidak dapat melihatku…hanya kamu yang dapat melihatku…hanya kamu….lalalalala….”ucapmu sambil bernyanyi-nyanyi.
“Masumi….” Panggil Eisuke. Tapi Masumi tetap saja menatapmu dan tidak bergeming.
“MASUMI” panggil Eisuke dengan keras.
“eh..iya..ayah….” sahut Masumi terkejut
“Mengapa kamu terus menatap sudut itu? Ada apa denganmu? Mengapa kamu bersikap seperti itu? Apa kamu sakit?”
“Tidak, ayah..aku tidak sakit…mungkin…mungkin aku kurang tidur, jadi sedikit….sedikit----“jawab Masumi tidak melanjutkan kalimatnya. Ia mengambil gelas dan meminum kembali juicenya.
Kemudian, ia pun bergegas berdiri.
“Aku sudah selesai, ayah. Aku berangkat kerja dulu” ucapnya kemudian sambil meninggalkan ayahnya..
Eisuke memandangi kepergian Masumi dengan pandangan tidak mengerti.
“Ada apa dengan anak itu? Dan mengapa dia terus memandangi sudut itu?” Tanya Eisuke yang kembali memandang sudut ruangan itu. Tapi kemudian Eisuke mengangkat kedua bahunya dan pergi meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.
“Masumi, mau ke mana? Masumi…..aku ikut” serumu saat melihat Masumi meninggalkan meja makan dan dengan cepat mengikutinya.
@@@@@@
Sopir Masumi yang sedang membersihkan mobil melihat Masumi berjalan keluar. Ia pun segera menyelesaikan pekerjaannya dan membukakan pintu.
Kamu bergegas lari mendahului Masumi.
“Terima kasih, Pak sopir” ucapmu sambil masuk ke dalam.
“Keluar” kata Masumi kepadamu.
“Tidak mau….aku mau mengikutimu ke mana pun kamu pergi” sahutmu
Masumi membungkukkan badannya, masuk dalam mobil dan mencoba menarik tanganmu.
“Keluar…aku menyuruhmu keluar dari mobilku” desisnya.
“Tidaaaaak……aku tidak mauuuuu……” sahutmu lagi sambil berpegangan erat pada kursi di depanmu.
Masumi memandangmu dengan tatapan frustasi.
Ia akhirnya hanya bisa menghela napasnya dan duduk di sebelahmu, pasrah.
Kamu tertawa senang.
Sopir Masumi yang menyaksikan apa yang dilakukan tuan mudanya hanya bisa berdiri bengong.
“Apa yang tuan lakukan di dalam mobil? Dan beliau menyuruh siapa untuk keluar? Di dalam kan tidak ada siapa-siapa…..” ucapnya dalam hati, bingung.
“Mengapa kamu masih berdiri saja di situ?” Tanya Masumi mengagetkan sopirnya yang masih berdiri diam.
“Cepat berangkat” perintahnya kemudian.
“Eh..ba…baik..Tuan” sahut si sopir kemudian menutup pintu.
Sambil menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal, bergegas ia membuka pintu depan dan masuk dalam mobil.
“Ada apa dengan Tuan Masumi pagi ini? Mengapa beliau aneh sekali” ujarnya lagi dalam hati sambil memasukkan kunci dan menyalakan mobil.
Tapi kemudian, ia mengangkat kedua bahunya dengan sangat tidak ketara dan melajukan mobilnya menuju gedung Daito.
“Masumi….” Panggilmu sambil bergeser mendekati Masumi.
“Jangan mendekatiku” desis Masumi perlahan
“Masumi….” Panggilmu sekali lagi
Tapi Masumi tidak memperdulikanmu, ia malah mengeluarkan sebuah dokumen dari tas kerjanya dan membacanya.
“Masumiii…hei…masumiiii……” ucapmu sambil menunjuk-nunjuk lengan Masumi dengan jarimu.
Masumi mengibaskan tangannya dan menolehkan kepalanya serta memandangmu dingin.
“Aku peringatkan padamu…jangan mengganguku atau kamu akan merasakan akibatnya” desisnya lagi perlahan.
“Memangnya apa yang akan kamu lakukan padaku, Masumi?” tantangmu “Apa…kamu akan memberikanku ciuman agar aku berhenti menganggumu?” godamu sambil tersenyum jahil.
“Ayo..Masumi….cium aku…..dan aku akan berhenti mengganggumu” ucapmu lagi sambil memonyongkan bibirmu dan mendekati Masumi.
Refleks, Masumi mendorongmu, bertepatan dengan mobil yang berbelok sehingga menyebabkanmu terjengkang.
DUK…….
“Aaaw…sakit…” teriakmu sambil mengusap-usap kepalamu yang terbentur kaca samping.
“Rasakan…” ucap Masumi perlahan sambil tersenyum puas.
“HUH…Masumi jahat….bukannya membantuku menggosok-gosokkan kepalaku malah tersenyum senang. Bagaimana kalau aku kena gegar otak? Kamu harus tanggung jawab..Masumi….” gerutumu.
Apa yang dilakukan Masumi, tak luput dari perhatian si sopir yang kebetulan melirik ke belakang melalui kaca depan.
“Tuan Masumi bicara dengan siapa dan mengapa tiba-tiba tersenyum senang?” tanyanya dalam hatinya “Tidak ada siapa-siapa di sampingnya…atau jangan-jangan…hiii…..”
Dengan rasa penasaran si sopir kembali melirik ke belakang, tapi kali ini dilihatnya Masumi tampak tenang sedang serius membaca sebuah dokumen.
“Apa…apa aku yang salah lihat dan dengar?apa ada yang salah dengan mata dan telingaku?” Tanya si sopir lagi dalam hatinya kebingungan.
Setelah keadaan tenang sejenak, kamu menatap Masumi kembali.
“Masumi…..” panggilmu “Apa di mobil ini tidak ada tapenya?sepi sekali….nyalakan musik dong Masumi…aku mau mendengarkan lagu”
Masumi mengacuhkanmu dan terus membaca dokumennya.
“Masumiiii….ayo dong…..nyalakan lagu, Masumiiii……” rengekmu terus menerus
Masumi yang merasa terganggu, akhirnya menoleh kesal dan memandang gregetan padamu.
“Mengapa memandangiku terus?” ucapmu “Kamu terpesona ya sama aku?” lanjutmu sambil mengedip-ngedipkan matamu.
Masumi menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Pak, tolong nyalakan musiknya” ucap Masumi pada sopir.
“Mmm…baik Tuan” sahut si sopir kemudian ia menekan sebuah tombol.
Terdengar instrumental lembut mengalun…..
“Masumi…apakah tidak ada lagu lain? Pagi-pagi jangan instrumental dong, bikin mengantuk saja. Apa tidak ada lagunya Arashi, Super Junior, TQVX, L’arc en Ciel atau Flow?” tanyamu “Atau..hmmm….mungkin lagi chaiya…chaiya atau keong racun juga boleh” lanjutmu sambil cekikikan.
Dengan cepat, Masumi melirik kesal padamu dan mengurut-ngurut keningnya.
“Ya ampun….mimpi apa aku semalam. Sampai harus menghadapi cupid yang super menyebalkan ini” ucapnya dalam hati.
“Mengapa Masumi? Sakit kepalanya? Mau aku pijat kepalanya, biar enakan? Aku juga paling jago lho soal pijat memijat”
“Aaaaaaaaaaaaaa…….” Teriak Masumi tiba-tiba yang mengejutkan sopir.
“A…ada apa, Tuan Masumi? Anda kenapa?apa perlu, saya berhenti sejenak?” Tanya si sopir panik
“Tidak perlu…kamu menyetir saja, tidak usah pedulikan aku” sahut Masumi dingin..
“Ba….baik Tuan”sahut si sopir sambil menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan, ia benar-benar tidak mengerti, mengapa tuannya begitu aneh hari ini.
Masumi memandangmu dengan tatapan “Membunuh” yang membuatmu tidak berani berkutik kemudian kembali melanjutkan membaca.
“Iya..deh..iya….aku tidak akan menganggumu lagi Masumi” ucapmu “untuk sementara waktu” lanjutmu dalam hati.
“Aku kasihan juga melihat kamu yang kelihatannya sangat stress….lagi banyak pekerjaan, ya Masumi?” katamu yang seolah-olah tidak mengerti bahwa kamu sebenarnya yang menyebabkan hal itu “jadi kamu tenang-tenang saja membaca….oke Masumi…”
Kamu pun duduk tenang sambil mendengarkan musik yang mengalun lembut serta menatap keluar jendela, melihat pemandangan kota Tokyo.
Tak lama kemudian, mobil memasuki halaman sebuah gedung bertingkat tinggi.
“Apakah ini tempatmu bekerja, Masumi? Apakah ini yang namanya gedung Daito?” tanyamu antusias “YEAH…..akhirnya sampai juga di gedung Daito…”
“Gedung Daito…..I’m comiiiiiiing………….” Serumu dengan penuh semangat.
@@@@@@
Ulah apa yang akan ‘kamu’ lakukan di gedung Daito?
Cerita itu akan ada di chapter berikutnya ^^
bersambung ke SaYaH 2....
hahahahaahah gokil n menghibur
BalasHapusbener bener cerita iseng ....
^-^ dini
Tapi kalau peran kamu jd cute cupid sih lucu juga...ha...ha...ha...kyk tinker bell gt loh....bagus sih lain drpd yg lain...ksh tau .asumi tuh gimana mendekati maya dan hancurkan shiomay...gambate...chiayo....fun n'fearless..how about that sista..... Anastasia
BalasHapuswkwkwkwk...jgn dihapus. Bantu masumi menyingkirkan shiomay trus kalau perlu jagain masumi dr shiomay 24 jam
BalasHapus-Michan-
boleh aja jadi cupid tapi ga boleh jatuh cinta ma masumi yah..(kuat ga nahan godaannya hihihi) pokonya maya tetep ma masumi...
BalasHapus#dira#
huahahaha....
BalasHapusini sich sesuai dengan khayalan para emaks- emaks. berharap bisa nongol didepan Masumi asli.(emangadayakk)
Bagus....gimana klo si tinkerbellnya cuma Masumi aja yang bsa liat...HEHEHEHE...n punya kekuatan sihir. Jadi bisa jagain Masumi dari ShioMons....^^
BalasHapuslanjut donks, setuju n sy nge like semua komen di atas
BalasHapusriri
lanjut dwonk sis fenny
BalasHapusini seruuuu ..!!! ^^
ngakak aq bacanya hehehe..
Huahuahuahua :DDD
BalasHapusLucu-lucu kuocak banget, jangan diapus dilanjutkan aja
*IinMM*
lanjutkaaaaaaaaaaaaaaan
BalasHapusthank you buat semuanya yang udah bersedia meninggalkan 'jejak'nya di sini :D tapi koq semuanya satu suara ya? minta dilanjutin xixixixi....kompak bener XD
BalasHapushuehuehuehue... beda dr yg laen ini.... bagus2... lanjuddd
BalasHapushahaha....lucuuuu bgttt...
BalasHapusboleh jg nih ide nya...apalagi kl bisa bantu ngalahin shiori n nyatuin duo kepercayaan masumi hehehe.... *antusias bgt gw*
ayo lanjut....ditunggu lho....
*liana*
tetep kurang banyaktetep kurang banyak
BalasHapusblm update lagi ya??? penasaran nih...buruan update doooonnnnkkk....
BalasHapusHahahah...cute cupid...beneran crazy dah
BalasHapusidwnyah ituloh gila2an...hahaha
btw...emang masumi ngerti lagu -keong racun ya?????-
hahaha..
BalasHapusKTT (Khayalan Tingkat Tinggi)
tapi bikin penasaran gimana akhirnya