Seminggu kemudian di kediaman Hayami
Sebuah sedan hitam berhenti tepat di depan pintu. Dengan sigap, sopir membukakan pintu penumpang. Lalu keluarlah seorang wanita anggun diikuti oleh seorang pria jangkung yang masih tampak sedikit pucat.
Pria jangkung itu berdiri diam terpaku sambil memandangi rumah besar di depannya dengan bingung.
“Shiori ini….”
“Ini rumahmu Masumi” jawab Shiori yang mengerti kebingungan Masumi
Lalu, Shiori menggandeng tangan Masumi dan mengajaknya masuk.
Dengan ragu-ragu, Masumi mengikuti Shiori.
“Shiori…benarkah...di sini tempat tinggalku?” Tanya Masumi ragu
“Ini memang rumahmu Masumi” jawab Shiori yakin.
“Kamu sudah pulang?” tanya seorang pria tua yang duduk di kursi roda
“Dia……?”
Minggu, 24 Juli 2011
Minggu, 17 Juli 2011
POWER of LOVE (chapter 05)
Tak lama setelah Maya pergi, dokter yang memeriksa Masumi keluar dari kamar Masumi.
“Bagaimana dok? Bagaimana keadaan Masumi?” Tanya Shiori panik
“Anda tidak perlu panik, nona. Pak Masumi baik-baik saja. Kesadarannya kini mulai pulih, tapi-----“ ucap dokter
“Tapi apa, Dok?”
“Lebih baik saya menjelaskannya di ruangan saya saja, nona. Silahkan ikut dengan saya” kata dokter
Shiori lalu mengikuti dokter itu menuju ruangannya.
“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Shiori segera setelah berada di ruang dokter,
“Seperti yang saya katakan tadi, bahwa kesadaran pasien telah pulih dan kondisi fisiknya juga sangat baik. Hanya saja---“
“Bagaimana dok? Bagaimana keadaan Masumi?” Tanya Shiori panik
“Anda tidak perlu panik, nona. Pak Masumi baik-baik saja. Kesadarannya kini mulai pulih, tapi-----“ ucap dokter
“Tapi apa, Dok?”
“Lebih baik saya menjelaskannya di ruangan saya saja, nona. Silahkan ikut dengan saya” kata dokter
Shiori lalu mengikuti dokter itu menuju ruangannya.
“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Shiori segera setelah berada di ruang dokter,
“Seperti yang saya katakan tadi, bahwa kesadaran pasien telah pulih dan kondisi fisiknya juga sangat baik. Hanya saja---“
Senin, 11 Juli 2011
I LOVE YOU, MASUMI
(note:maya dan masumi sudah berpacaran 3 bulan )
“Kapan kamu akan mengatakan bahwa kamu mencintaiku, maya?” Tanya Masumi tiba-tiba ketika mereka sedang menikmati sunset.
Maya memandang Masumi yang duduk di sampingnya.
“Haruskah aku mengatakannya, Pak Masumi?” Tanya Maya polos
Masumi menghembuskan napas panjang.
“Bukankah sudah berkali-kali aku mengatakan padamu, jangan panggil aku Bapak. Apakah aku lebih cocok jadi ayahmu daripada pacarmu?” Tanya Masumi kesal
Maya tertawa mendengar kata-kata Masumi
“Maafkan aku-------“ Maya menggantung kalimatnya.
Masumi memandang Maya, menunggu kelanjutan kalimat Maya.
“Pak masumi” lanjut Maya sambil tersenyum jahil
“Kamu benar-benar membuat aku kesal, Maya…”keluh Masumi sambil memasang wajah sedih
“Jangan bersedih seperti itu, pak Masumi… bila anda memasang wajah sedih seperti itu, wajah anda akan terlihat semakin tua” canda Maya
Wajah Masumi menjadi semakin murung.
“Jadi….aku benar-benar tidak cocok sebagai pacarmu ya?” Tanya Masumi sedih pada Maya
“Aku kan hanya becanda, pak masumi..anda jangan bersedih seperti itu donk…” bujuk Maya
“Tapi benar kan…..kalau orang lain melihat kita berduaan seperti ini, mereka pasti beranggapan kalau aku seperti seorang paman yang sedang bersama keponakannya bukannya sepasang kekasih?” ucap Masumi lagi
“Mungkin juga…”sahut Maya membenarkan kata-kata Masumi yang membuat Masumi semakin murung.
“Kapan kamu akan mengatakan bahwa kamu mencintaiku, maya?” Tanya Masumi tiba-tiba ketika mereka sedang menikmati sunset.
Maya memandang Masumi yang duduk di sampingnya.
“Haruskah aku mengatakannya, Pak Masumi?” Tanya Maya polos
Masumi menghembuskan napas panjang.
“Bukankah sudah berkali-kali aku mengatakan padamu, jangan panggil aku Bapak. Apakah aku lebih cocok jadi ayahmu daripada pacarmu?” Tanya Masumi kesal
Maya tertawa mendengar kata-kata Masumi
“Maafkan aku-------“ Maya menggantung kalimatnya.
Masumi memandang Maya, menunggu kelanjutan kalimat Maya.
“Pak masumi” lanjut Maya sambil tersenyum jahil
“Kamu benar-benar membuat aku kesal, Maya…”keluh Masumi sambil memasang wajah sedih
“Jangan bersedih seperti itu, pak Masumi… bila anda memasang wajah sedih seperti itu, wajah anda akan terlihat semakin tua” canda Maya
Wajah Masumi menjadi semakin murung.
“Jadi….aku benar-benar tidak cocok sebagai pacarmu ya?” Tanya Masumi sedih pada Maya
“Aku kan hanya becanda, pak masumi..anda jangan bersedih seperti itu donk…” bujuk Maya
“Tapi benar kan…..kalau orang lain melihat kita berduaan seperti ini, mereka pasti beranggapan kalau aku seperti seorang paman yang sedang bersama keponakannya bukannya sepasang kekasih?” ucap Masumi lagi
“Mungkin juga…”sahut Maya membenarkan kata-kata Masumi yang membuat Masumi semakin murung.
Kamis, 07 Juli 2011
POWER of LOVE (chapter 04)
Dua minggu sudah berlalu sejak peristiwa kecelakaan yang dialami Masumi.
Kondisi Masumi semakin membaik bahkan luka-luka di tubuh Masumi mulai menghilang tetapi Masumi masih belum terbangun dari komanya.
Tim dokter yang menangani Masumi tidak dapat memastikan kapan Masumi dapat tersadar kembali.
Kondisi tentang belum sadarnya Masumi dari komanya dan tidak adanya kepastian kapan Masumi dapat sadar kembali mulai membuat para pemegang saham Daito resah.
Karena tidak mungkin sebuah perusahaan apalagi perusahaan sebesar Daito tidak ada yang memimpin.
Mereka mulai kasak-kusuk mengenai bagaimana nasib perusahaan Daito.
Akhirnya rapat pemegang saham dilakukan untuk membahas persoalan itu..
Terjadi perdebatan seru dalam rapat tersebut.
Para pemegang saham terbagi menjadi 2 kubu. Satu kubu menginginkan agar kedudukan Masumi sebagai Daito segera dicabut dan digantikan dengan orang lain. Kubu yang lain tidak setuju karena belum ada orang yang dianggap cocok sebagai direktur utama yang sekompeten Masumi.
Kondisi Masumi semakin membaik bahkan luka-luka di tubuh Masumi mulai menghilang tetapi Masumi masih belum terbangun dari komanya.
Tim dokter yang menangani Masumi tidak dapat memastikan kapan Masumi dapat tersadar kembali.
Kondisi tentang belum sadarnya Masumi dari komanya dan tidak adanya kepastian kapan Masumi dapat sadar kembali mulai membuat para pemegang saham Daito resah.
Karena tidak mungkin sebuah perusahaan apalagi perusahaan sebesar Daito tidak ada yang memimpin.
Mereka mulai kasak-kusuk mengenai bagaimana nasib perusahaan Daito.
Akhirnya rapat pemegang saham dilakukan untuk membahas persoalan itu..
Terjadi perdebatan seru dalam rapat tersebut.
Para pemegang saham terbagi menjadi 2 kubu. Satu kubu menginginkan agar kedudukan Masumi sebagai Daito segera dicabut dan digantikan dengan orang lain. Kubu yang lain tidak setuju karena belum ada orang yang dianggap cocok sebagai direktur utama yang sekompeten Masumi.
Rabu, 06 Juli 2011
POWER of LOVE (chapter 03)
Maya keluar dari rumah sakit tersebut dengan gontai. Ia tidak dapat melihat Masumi. Ia tidak dapat menjenguknya.
Maya berjalan seperti orang linglung. Ia hanya terus berjalan perlahan-lahan dengan tidak sadar. Pikirannya kosong. Bahkan ketika ia menyeberang jalan, ia tidak mendengar teriakan pengemudi taksi yang menyuruhnya cepat menepi.
Jauh Maya berjalan, Maya melewati sebuah gereja. Ia berhenti di depan gereja tersebut dan hanya diam memandangi gereja tersebut.
Seorang pendeta yang kebetulan keluar, melihat Maya yang hanya berdiri diam memandangi gereja itu.
Pendeta itu lagi mendekatinya, ia melihat wajah Maya yang terlihat sangat sedih.
Dengan perlahan ditepuknya bahu Maya,
“Anakku,mengapa kamu hanya berdiri diam di sini? Dan mengapa wajahmu terlihat sangat sedih?” Tanya Pendeta itu.
Maya berjalan seperti orang linglung. Ia hanya terus berjalan perlahan-lahan dengan tidak sadar. Pikirannya kosong. Bahkan ketika ia menyeberang jalan, ia tidak mendengar teriakan pengemudi taksi yang menyuruhnya cepat menepi.
Jauh Maya berjalan, Maya melewati sebuah gereja. Ia berhenti di depan gereja tersebut dan hanya diam memandangi gereja tersebut.
Seorang pendeta yang kebetulan keluar, melihat Maya yang hanya berdiri diam memandangi gereja itu.
Pendeta itu lagi mendekatinya, ia melihat wajah Maya yang terlihat sangat sedih.
Dengan perlahan ditepuknya bahu Maya,
“Anakku,mengapa kamu hanya berdiri diam di sini? Dan mengapa wajahmu terlihat sangat sedih?” Tanya Pendeta itu.
Minggu, 03 Juli 2011
POWER of LOVE (chapter 02)
Di apartemennya, maya sedang bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting iklan untuk mempromosikan pertunjukan bidadari merah yang akan dipentaskan di 7 kota besar di seluruh jepang mulai akhir bulan depan.
Sebelum keluar dari apartemen, maya mengambil spidol dan mendekati kalender yang tergantung dekat pintu. Lalu diberinya tanda silang pada tanggal kemarin.
Sambil melakukan itu Maya tersenyum senang.
“Empat hari lagi….empat hari lagi….aku akan bertemu Masumi”ucapnya.
Kemudian Maya membuka pintu Apartemennya keluar sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Di depan pintu, maya terkejut.
“Koji….”serunya.
Sebelum keluar dari apartemen, maya mengambil spidol dan mendekati kalender yang tergantung dekat pintu. Lalu diberinya tanda silang pada tanggal kemarin.
Sambil melakukan itu Maya tersenyum senang.
“Empat hari lagi….empat hari lagi….aku akan bertemu Masumi”ucapnya.
Kemudian Maya membuka pintu Apartemennya keluar sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Di depan pintu, maya terkejut.
“Koji….”serunya.
Jumat, 01 Juli 2011
POWER of LOVE (chapter 01)
(sekuel dari cerita 'Saat Kau Jauh dari Sisiku')
Bandara Narita, Tokyo ; tengah malam
Di terminal 1 pintu kedatangan terlihat sesosok pria jangkung mendorong troli yang berisi setumpukan koper berjalan menuju pintu keluar bandara dan berhenti di tempat antrian taksi.
Sopir taksi segera mengangkat koper-koper itu ke dalam bagasi.
Setelah pria itu masuk dan duduk di kursi penumpang, taksi itupun mulai meninggalkan bandara.
“Mau ke mana, Pak?” Tanya sopir taksi itu.
“Semenanjung Izu” kata pria jangkung itu yang tak lain adalah Masumi Hayami.
Masumi menyandarkan punggungnya,
“Maya, aku pulang” katanya perlahan. Diwajahnya yang masih tergurat sisa-sisa keletihan muncul sebuah senyuman lembut…
Sebenarnya saat di bandara, masumi ingin segera ke apartemen maya untuk menemui gadis itu, dia sudah sangat merindukan gadis itu. Tapi setelah dia pertimbangkan lagi bahwa waktu saat ini yang sudah lewat tengah malam, dipastikan Maya sudah tidur nyenyak dan dia tak ingin mengganggu waktu tidur gadis mungil tercintanya itu.
Kepulangannya yang mendadak ini -4 hari lebih cepat dari rencana semula-tidak diketahui oleh siapapun, tidak oleh maya yang saat terakhir kali dia meneleponnya, dia tidak memberitahukan bahwa kepulangannya akan dipercepat, juga tidak oleh ayahnya, atau siapapun.
Bandara Narita, Tokyo ; tengah malam
Di terminal 1 pintu kedatangan terlihat sesosok pria jangkung mendorong troli yang berisi setumpukan koper berjalan menuju pintu keluar bandara dan berhenti di tempat antrian taksi.
Sopir taksi segera mengangkat koper-koper itu ke dalam bagasi.
Setelah pria itu masuk dan duduk di kursi penumpang, taksi itupun mulai meninggalkan bandara.
“Mau ke mana, Pak?” Tanya sopir taksi itu.
“Semenanjung Izu” kata pria jangkung itu yang tak lain adalah Masumi Hayami.
Masumi menyandarkan punggungnya,
“Maya, aku pulang” katanya perlahan. Diwajahnya yang masih tergurat sisa-sisa keletihan muncul sebuah senyuman lembut…
Sebenarnya saat di bandara, masumi ingin segera ke apartemen maya untuk menemui gadis itu, dia sudah sangat merindukan gadis itu. Tapi setelah dia pertimbangkan lagi bahwa waktu saat ini yang sudah lewat tengah malam, dipastikan Maya sudah tidur nyenyak dan dia tak ingin mengganggu waktu tidur gadis mungil tercintanya itu.
Kepulangannya yang mendadak ini -4 hari lebih cepat dari rencana semula-tidak diketahui oleh siapapun, tidak oleh maya yang saat terakhir kali dia meneleponnya, dia tidak memberitahukan bahwa kepulangannya akan dipercepat, juga tidak oleh ayahnya, atau siapapun.
Langganan:
Komentar (Atom)