(Special Ending "POWER of LOVE")
Sehari sesudah badai, suasana pesisir pantai Sendai lain dari biasanya. Dipinggir pantai itu dipenuhi banyak orang. Bukan hanya penduduk lokal saja tetapi juga banyak wartawan yang berkumpul.
Berita tentang ditemukannya sebuah kapal yang selamat dari badai dan tidak ada kerusakan yang berarti menjadi pembicaraan ramai. Mereka menganggap hal ini sebagai keajaiban.
Lampu blitz dari kamera wartawan seolah tiada henti ketika kedua penumpang yang ada dalam kapal itu dikeluarkan.
“Mereka kan---“ ucap salah satu wartawan terkejut diikuti wartawan lain yang juga sama terkejutnya ketika mengenali penumpang yang selamat itu. Mereka semakin antusias mengambil gambar dan mengikuti mobil ambulance yang membawa Maya dan Masumi ke rumah sakit terdekat dan dengan sabar berkumpul untuk menunggu kabar terbaru di sana.
*****
Masumi membuka matanya. Dia tidak mengenali di mana dia berada. Hanya ada satu hal yang diingatnya.
“Maya…” gumamnya perlahan
“Anda sudah sadar, Pak Masumi?” Tanya seseorang.
Masumi mengalihkan pandangannya ke arah orang yang bertanya padanya.
Sebuah bayangan samar terlihat, Masumi mengejap-ngejapkan matanya mencoba melihat lebih jelas. Perlahan, dia mengenali orang itu.
“Hijiri?”
“Benar, Saya Hijiri, Pak Masumi” sahut hijiri
“Hijiri..maya…di mana Maya?” Tanya Masumi panik dan mencoba bangun.
“Anda lebih baik jangan bangun dulu, Pak Masumi. Anda terluka” sahut Hijiri.
“Aku sudah tidak apa-apa, Hijiri” ucap Masumi bersikeras dan ia tetap mencoba bangun.
Hijiri akhirnya membantunya bersandar.
“Hijiri, Maya---“ ulang Masumi
”Anda tidak perlu khawatir, Pak Masumi. Maya ada di sana” sahut Hijiri sambil menunjuk tempat tidur lain tak jauh dari tempat Masumi.
Masumi mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Hijiri. Disana ia melihat Maya yang sedang berbaring tenang.
Masumi menghembuskan napasnya lega.
Masumi kembali memandang Hijiri dan merasa heran.
“Mengapa kamu bisa ada di sini?”
“Kemarin malam, saya di telpon Tuan Eisuke yang meminta saya mencari anda karena Tuan Eisuke berulang kali menghubungi anda tetapi tidak pernah mendapat jawaban. Jadi saya datang ke Daito untuk menemui anda. Tetapi di sana ternyata ruangan anda kosong. Sehingga saya berasumsi anda telah pulang. Namun di tempat parkir, tanpa sengaja, saya melihat mobil anda dan kunci mobil anda yang tergeletak di jalan. Saya langsung mendapat firasat bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak baik dengan anda. Kemudian saya memeriksa kamera cctv dan benar dugaan saya. Dalam kamera itu terekam beberapa orang bertopeng mengepung anda dan membuat anda pingsan. Saya juga melihat Maya yang tiba-tiba muncul berusaha menolong anda” jelas Hijiri
Masumi mengangguk tanda mengerti.
“Lalu bagaimana kamu bisa menemukan aku di sini?”
“Mobil yang membawa anda dan Maya terekam dalam kamera cctv. Saya berusaha melacak keberadaan anda melalui nomor polisi mobil tersebut. Setelah saya mendapat informasi, saya segera mencari mobil itu, tapi….pelaku ternyata cerdik. Mobil itu hanya mobil sewaan. Mereka berganti mobil lain sehingga saya sempat kehilangan jejak. Dan pencarian saya juga terpaksa ditunda karena datangnya badai kemarin malam. Tapi tadi pagi, saya kembali mendapat informasi bahwa penduduk di pinggir pantai menemukan kapal kecil. Penemuan itu menjadi pembicaraan ramai karena 2 orang yang ditemukan dalam kapal itu selamat” jelas Hijiri lagi “Mendengar yang ditemukan adalah 2 orang yaitu laki-laki dan perempuan. Saya segera mengecek ke sini dan berharap bahwa mereka adalah anda dan Maya. Dan ternyata memang benar” lanjut Hijiri
Masumi mengangguk lagi mendengar penjelasan Hijiri.
“Tapi sayangnya…saya belum mengetahui pelaku dan motif mereka melakukan hal tersebut pada anda. Saya sudah mengecek penyewa mobil, tapi penyewa mobil itu ternyata memberikan nama dan alamat palsu”
“Aku tahu siapa yang melakukannya” sahut Masumi “Dia adalah Kazuya Matsumoto. Yang aku tahu dia adalah utusan Mr. Smith. Tapi kemudian dia mengatakan padaku bahwa dia memiliki dendam denganku”
“dendam?”
Masumi mengangguk
“Hijiri, tolong kamu selidiki orang itu” ucap Masumi
“Baik, Pak. Saya akan mencari informasi mengenainya”jawab Hijiri “Dan, pak---“
“Ada lagi yang ingin kamu sampaikan?”
“Saya rasa Bapak perlu mengetahuinya kalau sekarang ini banyak wartawan yang sedang menunggu di lobby rumah sakit---“
“wartawan?” Tanya Masumi sambil mengerutkan dahinya.
“Benar, Pak. Berita tentang anda dan Maya yang ditemukan bersama dalam sebuah kapal sudah diketahui oleh wartawan. Berita itu juga telah ditayangkan di seluruh stasiun televisi dan menjadi berita hangat. Bahkan ada beberapa stasiun televisi yang mengatakan…yang mengatakan---“
“Mengatakan apa?”
“mengatakan bahwa anda dan Maya terlibat affair dan anda mengkhianati Nona Shiori, tunangan anda” lanjut Hijiri
“Mereka berani menyebarkan berita seperti itu?”
Hijiri mengangguk.
Masumi menutup matanya dan menghembuskan napasnya dalam.
“Mengapa bisa jadi masalah besar seperti ini?” gumamnya
“Maaf, Pak. Saya terlambat menutup mulut para wartawan, saya---“
“itu bukan salahmu” potong Masumi “yang aku khawatirkan hanya maya….”lanjutnya perlahan
“Hijiri, tolong Bantu aku menyembunyikan Maya untuk sementara waktu. Jangan sampai ia ditemukan wartawan. Aku tidak mau wartawan mempersulitnya. Biar aku yang mengurus semua ini” perintah Masumi akhirnya.
“Baik, pak” sahut Hijiri sambil mengangguk “ saya akan segera membawa Maya ke tempat yang aman setelah ia sadar”
*****
Beberapa hari telah berlalu tapi berita tentang ditemukannya Maya dan Masumi terus ditayangkan dan tanpa kenal lelah, wartawan terus memburu Maya dan Masumi untuk diwawancarai.
Sebagian dari mereka, menunggu di apartemen Maya untuk meminta penjelasan dari Maya, tetapi setelah mendapatkan informasi bahwa apartemen itu kosong dan sudah beberapa hari, Maya tidak pulang ke apartemennya, mereka memadati gedung Daito, menunggu Masumi memberi penjelasan. Dan tidak beranjak pergi, sampai akhirnya masumi berjanji akan melakukan konferensi pers secepatnya untuk menjelaskan masalah tersebut.
*****
“Pak Masumi, ini informasi yang sementara dapat saya peroleh mengenai Kazuya Matsumoto” ucap Hijiri sambil menyerahkan sebuah amplop coklat pada Masumi “Saya belum berhasil mengetahui masa lalunya dan siapa sebenarnya keluarganya. Kemungkinan nama Kazuya Matsumoto itu bukan nama aslinya. Tidak ada catatan apa-apa mengenainya di Jepang. Ia sudah lama menetap di Amerika dan tidak ada catatan buruk mengenainya di sana”
“Lalu..apa kamu sudah mengetahui keberadaannya sekarang?” Tanya Masumi
“Menurut informasi yang sudah saya peroleh, Kazuya telah meninggalkan Jepang, segera setelah badai reda, Pak” jawab Hijiri
“Jadi, ia sudah meninggalkan Jepang?Apa kamu yakin?”
“Saya yakin, pak. Saya sudah mengeceknya di bandara” jawab Hijiri
Masumi mengangguk.
“Sebenarnya setelah aku tahu bahwa Kazuya sudah meninggalkan Jepang, aku merasa sedikit lega. Mungkin ia berpikiran aku dan Maya tidak selamat, jadi ia tidak akan menganggu lagi. Tapi, permasalahan baru tetap saja ada” ucap Masumi sambil menghela napasnya.
“Maksud bapak?”
“Berita tentang aku dan Maya yang ditemukan bersama. Wartawan tentu tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan terus mengejar aku dan Maya. Mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan penjelasan dari mulut kami berdua, mengapa kami ada di kapal itu bersama” jawab Masumi
“Kalau begitu mengapa Bapak tidak menghilang dulu untuk sementara waktu?sampai berita ini reda dengan sendirinya?”
“Apa kamu tidak mengenal bagaimana sifat wartawan, Hijiri? Mereka pasti tidak akan menyerah. Kalau aku ikut menghilang. Mereka akan semakin bebas menyebarkan berita yang tidak-tidak. Bila hanya menyangkut diriku, aku tidak akan peduli dengan apa yang akan mereka lakukan. Tetapi, ini juga mengenai Maya. Aku tidak bisa menerimanya bila Maya dicap sebagai orang ketiga, orang yang merusak pertunanganku dengan Shiori. Nama baiknya akan rusak karena aku”
“Jadi apa rencana Bapak?”
“Seperti yang aku katakan pada wartawan tadi. Aku akan melakukan konferensi pers secepatnya. Hanya dengan aku hadir dan memberi penjelasan, mungkin masalah ini akan dapat segera di selesaikan” sahut Masumi
Masumi menghembuskan napasnnya dalam.
“Hanya ada satu cara untuk melindungi Maya. Hanya ini satu-satunya cara yang---“
BRAK
Kata-kata Masumi terputus ketika mendengar suara pintu dibuka. Baik Masumi maupun Hijiri menolehkan kepalanya ke arah pintu. Tampak Shiori dengan wajah cemas mendekati Masumi, diikuti Mizuki dibelakangnya.
“Maaf, Pak. Nona Shiori memaksa masuk, walaupun saya sudah mengatakan bahwa anda sedang ada tamu” jelas Mizuki
Masumi mengangguk,
“Aku tahu. Terima kasih Mizuki” ucap Masumi pada Mizuki kemudian ia memberi isyarat pada Hijiri untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kalau begitu saya permisi dulu,Pak” kata Hijiri lalu mengangguk hormat dan meninggalkan ruangan itu.
“”Masumi, beberapa hari ini kamu ke mana saja? Dan mengapa begitu sulit untuk menemuimu?” Tanya Shiori membuka percakapan
“Apa aku harus melaporkan kepadamu kemana aku pergi, Shiori?”
“Bukan begitu, Masumi. Aku..aku hanya mengkhawatirkanmu”
Masumi tersenyum kaku.
“Terima kasih karena kamu sudah mengkhawatirkan aku. Tapi kurasa aku bisa menjaga diriku sendiri” ucapnya.
“Masumi…”
“Ada lagi yang ingin kamu katakan sampai kamu harus menerobos masuk ke ruanganku?”
“Masumi, maaf. Aku tahu kamu marah karena aku tiba-tiba masuk begitu saja. Aku begitu cemas karena kamu sulit dihubungi dan juga mengenai berita itu---“
“Ah mengenai berita itu…kebetulan kamu datang, Shiori. Jadi aku bisa merundingkannya denganmu sekarang” sahut masumi
“Me..merundingkan? merundingkan apa?” Tanya Shiori bingung
“Aku akan melakukan konferensi pers dan aku harap kamu bisa hadir dalam konferensi tersebut untuk membantuku menjelaskan sesuatu” jawab Masumi.
“menjelaskan sesuatu?” Tanya Shiori
“Benar, menjelaskan pada wartawan mengenai hubungan kita” sahut Masumi
“Oh itu…kamu jangan khawatir soal itu Masumi. Aku pasti akan menjelaskan pada wartawan bahwa mereka salah paham, hubungan kita baik-baik saja. Aku tidak terpengaruh dengan berita itu dan aku akan mengatakan bahwa kamu tidak mungkin ada affair dengan gadis itu—“
“Bukan itu yang aku inginkan Shiori”
“Apa..apa maksudmu?” Tanya Shiori tidak mengerti
“kamu tidak perlu membelaku, Katakan saja kamu tidak memaafkan aku dan membatalkan pertunangan kita” sahut Masumi
“Apa?”ucap Shiori terkejut
“Mengapa kamu harus terkejut seperti itu? Bukankah aku pernah mengatakannya bahwa secara resmi aku akan membatalkan pertunangan kita sepulang aku dari Amerika”jawab Masumi
“Masumi..kamu..kamu sudah ingat---“
“Aku sudah ingat semuanya, Shiori..ingatanku telah kembali semua” sahut Masumi tenang
Wajah Shiori mendadak pucat dan tubuhnya limbung. Cepat-cepat Shiori berpegangan pada sebuah kursi dan menutup matanya sejenak.
“Tapi…..tapi kalau aku mengatakan bahwa aku memutuskan hubungan kita, Maya akan dicap sebagai orang ketiga. Apa kamu tidak tahu apa konsekuensinya?ingat Masumi nama baik Maya ada di tanganmu dan hanya aku yang bisa membantumu” ucap Shiori kemudian setelah ia sudah bisa menguasai dirinya.
“Shiori, itu urusanku. Aku bisa menyelesaikan masalah itu sendiri, kamu tidak perlu ikut campur. Kita hanya perlu menyelesaikan masalah kita ” tegas Masumi.
“Masumi…”
“Kamu mau datang atau tidak ke konferensi pers itu, keputusanku akan tetap sama, Shiori”
*****
Maya sedang menatap langit di teras villa Masumi saat melihat sebuah mobil berhenti di depan villa itu.
Ketika ia mengenali orang turun dari mobil itu, senyum Maya mengembang dan ia pun berlari menghampiri.
“Masumi…..” serunya senang dan memeluk Masumi
“Mengapa baru datang sekarang?”
“Maaf, Maya. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan” sahut Masumi sambil membalas pelukan Maya, tapi kemudian ia melepaskan pelukannya dan mengajak Maya masuk.
“Masumi…kamu tampak lelah” ucap Maya saat melihat gurat-gurat keletihan di wajah Masumi. Ia pun mengusap lembut wajah Masumi
“Aku tidak apa-apa, kamu tidak usah khawatir” sahut Masumi sambil memegang tangan Maya yang sedang mengusap wajahnya,
“Jangan suka memendam masalahmu sendiri, masumi. Berbagilah denganku. Biarkan aku ikut memikulnya bersamamu” kata Maya.
“Maya….”
“Aku sudah mendengar semuanya dari Pak Hijiri” lanjut Maya
“Hijiri, dia----“
“Jangan menyalahkannya. Aku yang memaksanya untuk mengatakan hal yang sebenarnya padaku” ucap Maya memotong kata-kata Masumi “Biarkan aku juga hadir dalam konferensi pers itu, Masumi. Aku akan membantumu menjelaskan--
--“
“Tidak” sahut Masumi cepat “aku tidak mau kamu dicemooh wartawan. Mereka pasti akan mendesakmu, menuduhmu---“
“Tapi aku tidak mau bersembunyi terus….sampai kapan aku harus bersembunyi, Masumi?”
“Tapi, Maya---“
“Biarkan aku membantumu, Masumi…aku ingin menghadapi masalah ini bersamamu”desak Maya
Masumi menghela napas panjang.
“Baiklah kalau itu maumu” ucap Masumi akhirnya “Tapi kamu harus menurutiku”
“Menurutimu?”
Masumi mengangguk.
“Dalam konferensi itu, katakan pada wartawan bahwa kamu tidak ada hubungan apa-apa denganku. Aku yang memaksamu ikut denganmu padahal kamu menolakku sekuat tenaga dan kamu sangat membenciku”
Maya menatap Masumi bingung.
“Mengapa aku harus mengatakan hal itu?” tanyanya “Kita kan bisa mengatakan hal yang sebenarnya. Kalau kita diculik orang-orang suruhan Kazuya dan---“
Masumi menggeleng.
“Wartawan tidak akan percaya, Maya. Mereka akan menganggap kita hanya mengarang cerita. Aku sudah menyuruh hijiri untuk menyelidiki Kazuya. Tapi ternyata, Kazuya mungkin hanyalah sebuah nama samaran. Aku belum berhasil mengetahui siapa orang itu sebenarnya”
“Nama samaran?” Tanya Maya tidak mengerti
Masumi mengangguk.
“Entah siapa dia yang sebenarnya. Hijiri belum mengetahui asal usulnya dan tidak ada catatan buruk mengenainya di sini. Dia sudah sangat lama tinggal di Amerika.” Kata Masumi lagi
“Lalu..orangnya? Pak Hijiri bisa mencari orangnya kan untuk ditanyai siapa dia sebenarnya?”
“Orangnya sudah meninggalkan Jepang dan belum diketahui jejaknya” sahut Masumi “Jadi Maya, agar masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak berkepanjangan, lebih baik kamu menuruti aku. Katakan saja aku yang memaksamu, bahkan menculikmu. Dengan begitu kamu tidak akan dituduh sebagai orang ketiga ataupun perusak pertunanganku dengan Shiori”
“Tidak…aku tidak mau…lalu bagaimana denganmu? Nama baikmu? Kamu akan dicap sebagai orang yang tidak baik, Masumi…” ucap Maya
“Jangan memperdulikan aku. Turuti saja aku karena hanya dengan cara ini aku bisa melindungimu”
Maya menggeleng dengan keras.
“Aku tidak mau dilindungimu dengan cara seperti ini” ucapnya tegas.
“Maya…”
“Masumi, bagaimana mungkin aku tidak memperdulikanmu. Lalu bagaimana dengan kamu? Kamu seorang direktur Daito yang dihormati. Kalau kamu membiarkan namamu tercemar, bagaimana orang memandangmu?”
“Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya karena aku akan mengundurkan diri sebagai direktur Daito, Maya” sahut Masumi tenang.
“Meng…mengundurkan diri?” Tanya Maya terkejut
Masumi mengangguk.
“Aku sudah memikirkannya. Dan kupikir sudah saatnya aku melepas jabatan ini. Aku ingin memulai hidupku yang baru. Menjalani kehidupan yang tenang dan menjadi diriku sendiri” ucap Masumi
“Masumi…..”
“Mungkin kamu kecewa dengan keputusanku, Maya. Tapi aku sudah memikirkannya secara matang dan aku sudah yakin dengan keputusanku”
Maya menggeleng.
“Aku tidak peduli dengan apapun keputusanmu Masumi, kamu mau menjadi direktur Daito atau siapapun. Aku tidak peduli. Yang aku inginkan hanyalah bersamamu jadi jangan pernah singkirkan aku dari hatimu walau apapun yang terjadi”sahut Maya sambil menatap Masumi.
Masumi balas menatap Maya kemudian dia tersenyum lembut.
Dia lalu menarik Maya dalam pelukannya.
“Terima kasih, Maya karena kamu mau menghargai keputusanku ini”bisiknya dan mengecup kepala Maya.
*****
Kediaman Hayami
“Kamu sudah pulang?” Tanya Eisuke saat melihat Masumi masuk ke rumah.
Masumi menatap ayahnya dan mengangguk.
“aku ingin bicara denganmu” ucap Eisuke dan menyuruh Masumi duduk.
Masumi duduk di salah satu sofa dekat Eisuke.
“Aku ingin tahu bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah ini. Kamu tidak bisa diam saja dan membiarkan wartawan membuat berita yang tidak-tidak”
“Aku akan melakukan konferensi pers secepatnya, ayah. Aku akan menjelaskan semuanya” sahut Masumi
“Bagus..memang itu yang harus kamu lakukan. Katakan pada wartawan bahwa semua hanya salah paham. Tidak ada affair di antara kamu dan Maya seperti dugaan mereka”
Masumi hanya diam mendengar perkataan Eisuke.
Suasana menjadi hening.
“Ayah…ada yang ingin aku beritahukan pada ayah” ucap Masumi memecah keheningan sambil menatap ayahnya.
Eisuke menunggu Masumi melanjutkan kalimatnya.
“Aku akan memutuskan pertunanganku dengan Shiori, ayah”
“A…apa?” Tanya Eisuke tidak percaya
“Aku akan memutuskan pertunanganku dengan Shiori dan aku akan mengumumkannya dalam konferensi itu” ulang Masumi “Aku juga sudah mengatakannya pada Shiori….”
“Mengatakan apa?”
“Bahwa aku akan memutuskan pertunangan itu secara resmi dalam konferensi pers tersebut tidak peduli ia datang atau tidak dalam konferensi pers itu”
PLAK…
Sebuah tamparan keras mengenai pipi Masumi.
“Apa maksudmu dengan semua itu? Apa kamu bermaksud untuk membenarkan berita itu? Dengan memutuskan pertunanganmu dengan Shiori, itu sama artinya kamu membenarkan berita yang telah dihembuskan wartawan. Apa kamu sudah gila? Kamu tahu pengaruhnya pada Daito dan para pemegang saham juga pasti tidak akan tinggal diam Masumi. Padahal sudah dengan susah payah, aku menenangkan mereka dan membuat mereka mempertahankanmu saat kamu amnesia”
Ayah, terima kasih kalau selama ini, ayah selalu membantuku. Tapi keputusanku tidak dapat diubah lagi. Aku akan tetap memutuskan pertunanganku dengan Shiori karena buatku, bertunangan dengannya adalah sesuatu hal yang salah.. Aku tidak bisa menerimanya dihatiku,aku tidak bisa mencintainya” kata Masumi bersikukuh “dan aku juga akan mengumumkan hal yang lain”
“Hal apa lagi?mengumumkan hubunganmu dengan Maya?” Tanya Eisuke sinis
“Bukan, ayah. Hal lain yang akan aku umumkan adalah----“ Masumi menghentikan ucapannya sejenak dan menatap ayahnya “Aku akan mengundurkan diri sebagai direktur daito” lanjutnya.
“A..apa?kamu bicara apa?”
“Ayah…ayah tidak salah dengar. Aku akan keluar dari Daito. Jadi ayah tidak usah khawatir soal skandal yang menimpaku. Hal itu tidak akan memberi pengaruh buruk pada Daito karena aku bukan direktur Daito lagi” sahut Masumi tenang.
“Kamu---“
Sebelum Eisuke menyelesaikan kalimatnya, Masumi berdiri dan membungkuk penuh hormat pada ayahnya.
“Maafkan aku, ayah. Aku tahu aku telah membuat ayah kecewa. Tapi inilah keputusanku. Sekali lagi maafkan aku”ucapnya sambil pergi meninggalkan Eisuke
“Jadi..kamu lebih memilih gadis itu daripada Daito, masumi?Apakah dia memang lebih penting dari Daito sampai kamu mengorbankan segalanya dengan gadis itu”
Ucapan eisuke menghentikan langkah Masumi, ia berbalik dan menatap Eisuke.
“Ayah benar. Gadis itu adalah segalanya buatku. Aku sanggup kehilangan apapun. Aku rela mengorbankan apapun demi gadis itu”
Setelah itu Masumi kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Eisuke yang hanya bisa diam menatap kepergiannya.
*****
Masumi sedang membereskan barang-barangnya dan memandangi sekeliling kantornya saat mendengar suara pintu yang diketuk.
Tok..tok…tok….
“Masuk” ucap Masumi
Hijiri masuk diikuti oleh seorang gadis yang memakai topi dan kaca mata hitam.
Gadis itu membuka topi dan kacamata hitamnya dan tersenyum pada Masumi.
“Maya…” ucap Masumi dan bergegas menghampiri Maya dan memeluknya.
“Terima kasih telah membawanya kemari, Hijiri”ucap Masumi
“Itu memang tugas saya, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu” sahut Hijiri yang mengerti kalau Masumi dan Maya membutuhkan waktu berduaan.
Masumi mengangguk.
Hijiri pun membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Masumi serta menutup pintu.
“Perjalananmu ke sini tidak ada masalah kan, maya?” Tanya Masumi ketika mereka telah berduaan.
Maya menggeleng
“Pak Hijiri menjagaku dengan baik, Masumi” jawab Maya
“Dia…memang bisa diandalkan” sahut Masumi puas.
Maya mengangguk setuju.
“Maya…”
“Hmmm….”
“Apa kamu sudah benar-benar siap menghadapi wartawan?” Tanya Masumi “Kalau kamu tidak siap, kamu tidak perlu hadir. Biar aku saja yang menghadapi mereka sendiri”
Maya menatap Masumi dengan penuh keyakinan.
“Bersamamu….aku siap menghadapi apapun, Masumi” ucap maya sangat yakin.
Masumi tersenyum lembut mendengar ucapan Maya.
Seolah mereka mempunyai pikiran yang sama, wajah mereka saling mendekat…semakin mendekat dan dekat……
Kriiiiiiiiiiing………………….
Bunyi telepon masuk mengejutkan mereka.
“Uh..menganggu saja” gerutu Masumi “padahal tinggal sedikit lagi” sambungnya yang diikuti cekikikan Maya.
“Angkat telponnya, Masumi” kata Maya sambil mendorong Masumi perlahan.
Dengan setengah hati, Masumi mendekati mejanya dan mengangkat telpon.
“Halo”
“Pak Masumi” terdengar suara Mizuki
“Ada apa Mizuki?” Tanya Masumi
“Waktunya sudah tiba dan wartawan sudah tidak sabar menunggu kehadiran anda” jawab Mizuki
“Baik, aku akan segera ke sana” sahut Masumi “Oh ya, Mizuki. Apa Shiori sudah datang?” Tanya Masumi sebelum menutup telponnya.
“mmm….belum, Pak”
“Begitu…baiklah, aku mengerti” sahut Masumi lagi lalu menutup telponnya.
“Nona Shiori akan datang, Masumi?” Tanya Maya yang mendengar pembicaraan Masumi
“Aku memang memintanya datang untuk membantuku menjelaskan hubungan kami yang sebenarnya, Maya. Tapi ternyata dia tidak datang, dia memang----“
“Jangan menyalahkannya, Masumi” kata Maya memotong kata-kata Masumi
“Mengapa kamu membelanya? Apa kamu lupa apa yang pernah dia lakukan padamu?” Tanya Masumi
“Aku mengerti perasaannya, Masumi. Bila aku diposisinya. Aku mungkin akan melakukan hal yang sama. Bagaimana mungkin aku bisa menerima pria yang aku cintai dan juga tunanganku menyingkirkanku dan memilih wanita lain” jawab Maya “Tidak akan ada asap bila tidak ada api, Masumi” lanjut Maya
“Jadi maksudmu..aku yang salah? Aku yang cari gara-gara duluan karena mau bertunangan dengannya?”
“Mungkin” jawab Maya “Tapi, bukan kamu saja yang bersalah padanya, tapi aku juga. Kalau aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu, mungkin kamu akan tetap bersamanya dan belajar mencintainya. Tapi aku mencintaimu…sangat mencintaimu dan aku tidak mau mengalah dan melepaskanmu, Masumi. Jadi, aku hanya bisa berharap, suatu saat nanti, nona Shiori dapat memaafkan kita dan mengerti bahwa kita saling mencintai. Aku juga berdoa semoga nona Shiori akan menemukan pria yang benar-benar mencintainya” lanjut Maya sambil menatap Masumi.
Masumi membalas menatap Maya kemudian menarik Maya dalam pelukannya.
“Semoga saja….semoga saja itu akan terjadi, Maya” bisik Masumi sambil memeluk Maya semakin erat..
Tapi, kemudian Masumi melonggarkan pelukannya dan kembali menatap Maya. Dan sekali lagi, secara perlahan wajah Masumi mendekati wajah Maya. Maya menutup matanya. Lalu….
Kriiiiiiiing……………..
Suara telpon kembali mengejutkan mereka.
“Ya ampun….benar-benar deh (dan penulisnya juga keterlaluan banget, selalu saja mengganggu)” gerutu masumi (‘Wkakakakaka, maaf masumi, penyakit iseng penulis memang sedang kumat ^^’)
“Sudah, Masumi. Angkat saja telponnya, mungkin penting” ucap Maya sambil tertawa.
“Ya, halo..”
“Maaf, pak---“
“Aku tahu, Mizuki” sahut Masumi dan langsung menutup telpon.
“Mizuki benar-benar keterlaluan.cerewet amat sih dia”gerutu Masumi
Tawa Maya semakin keras mendengarnya.
“Ayo, Maya. Kita harus segera menemui wartawan. Kalau aku belum datang juga, dia pasti akan terus menerorku” kata Masumi pada Maya kemudian ia menggandeng tangan Maya.
Tapi didepan pintu, langkah Masumi terhenti.
“Apa kamu benar-benar yakin mau menemui wartawan, Maya?kalau kamu berubah pikiran, kamu bisa menunggu di sini”
“Aku tidak mau menunggu di sini. Aku ingin mendampingimu, Masumi. Bersamamu, tidak ada apapun yang aku takutkan” ucap Maya penuh keyakinan
“Baiklah kalau begitu…..Tapi sebelum itu….”
Masumi membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Maya kemudian dengan cepat mengecup bibir Maya.
bersambung ke part 2....
Ini sdh the end ato msh bersambung
BalasHapusini masih lanjutkan ????????
BalasHapusHehe...shiomay ga ngeh kali...kan masumi dah ga amnesia lagi....kasian dech shiomay....trims Fenny...ayo lanjutkan..lebih cepat lebih baik...
BalasHapushoho, ini lanjutan power of love ya.
BalasHapusMasumiiii, ayo pecat shioryyyy...
asekkk... dilanjutin ^^
BalasHapusTerimakasih sis fenny badai apalagi yg akan menimpa sejoli MM??? Duh tak terbayangkan .... Ditunggu kelanjutannya sista
BalasHapushebat masumi, ga plin plan lagih
BalasHapuslanjuddd..... ayo ayo fennyy ...:D
BalasHapus