15 menit kemudian…..
Masumi keluar dari ruangannya dan menuju ruang meeting, yang tentu saja kamu tidak ketinggalan mengekorinya.
Para manager yang telah berkumpul segera membungkuk hormat ketika melihat kedatangan Masumi.”Selamat pagi, pak Masumi” sapa mereka bersamaan.
“Pagiii…..bapak-bapak semua….” Sahutmu semangat.
“Pagi…” sahut Masumi “Silahkan kalian semua duduk kembali” lanjutnya sambil duduk ke kursinya yang biasa.
“Masumi….” Katamu “aku duduk di mana?” tanyamu ketika melihat semua kursi terisi penuh.
Masumi hanya mendelik padamu.
“Iya deh..iya…..aku berdiri di sana saja” sahutmu sambil berjalan menuju jendela besar yang ada di ruangan itu.
Sementara Masumi dan para managernya rapat, kamu melihat-lihat pemandangan di luar jendela.
Tapi 10 menit kemudian….
“Huuuammmm…….”
Karena merasa jenuh mendengarkan pembicaraan rapat yang tidak kamu mengerti dan bosan melihat pemandangan di luar jendela, kamu pun menguap.
Kamu lalu menjauhi jendela dan berjalan menuju pintu.
Ceklek…
Blam….
Setelah kamu keluar ruang meeting dan berjalan beberapa langkah, kamu memutar kembali badanmu sambil menepuk dahimu.
Ceklek….
“Masumi…aku jalan-jalan dulu ya” ucapmu sambil melongokkan kepalamu di pintu “Kamu tenang-tenang saja rapat di sini. Jangan merindukan aku hehehehehe….” Lanjutmu.
Selesai mengucapkan kalimat itu, kamu baru menyadari bahwa suasana di ruangan meeting itu sedikit aneh. Ruangan itu terasa hening, tidak ada satu pun yang berbicara.
Kamu pun mengedarkan pandanganmu ke seluruh ruangan dan melihat semua orang yang ada di sana melongo melihat ke arahmu…eh tepatnya ke arah pintu yang sedang dibuka olehmu.
Mereka mungkin bertanya-tanya mengapa pintu itu bisa membuka dan menutup sendiri.
“Ups….Masumi, maaf…..aku lupa kalau mereka tidak dapat melihatku. Mereka pasti kebingungan Karena pintu ini bisa membuka dan menutup sendiri” ucapmu sambil terkikik “Tapi..aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Jadi aku pergi dulu ya, Masumi….bye…bye…..” lanjutmu yang buru-buru kembali menutup pintu ketika kamu melihat Masumi yang memandangmu dengan tatapan gusar.
Blam……
Setelah kepergianmu, suasana di dalam ruang meeting yang jadinya sunyi, mulai gaduh. Orang-orang yang ada di dalam di ruangan itu saling bertanya-tanya mengapa pintu bisa membuka dan menutup sendiri.
“Ehem….tolong semuanya tenang” kata Masumi mencoba menenangkan suasana.
“Pak Masumi…apa anda tidak melihat kejadian tadi? Mengapa pintu itu bisa membuka dan menutup sendiri? Jangan-jangan di ruangan ini ada---“ tanya seseorang dari mereka memberanikan diri bertanya pada Masumi.
“Omong kosong. Mana ada hal seperti itu” jawab Masumi.
“Tapi, pak Masumi---“
“Ini pasti karena angin. Mungkin tadi ada angin yang cukup besar sehingga menyebabkan pintu dapat membuka sendiri” kata Masumi lagi “Jadi kalian tidak perlu mempersoalkannya. Lagipula coba kalian pikir, bila memang ada hantu yang berkeliaran, mana berani ia keluar di hari panas dan banyak orang seperti sekarang”
“Eh..itu----“
“Jadi lebih baik, tidak perlu membahas hal itu lagi. Silahkan rapat dilanjutkan”
Orang-orang yanga ada dalam ruangan rapat hanya bisa saling pandang, tapi kemudian menyetujui perkataan Masumi, walau dalam benak mereka meragukannya. Hanya saja mereka tidak berani mendebatkannya.
Dan akhirnya rapat pun dilanjutkan kembali…..
@@@@@
Kamu yang baru saja kembali berkelilling di gedung Daito menangkap sesosok wanita yang tidak asing bagimu.
“Wua……ada nenek sihir berjambul….” Serumu.
Ceklek…
Pintu ruang meeting membuka dan Masumi berjalan keluar dari sana.
Shiori yang melihat Masumi keluar segera bangun dari duduknya dan tersenyum menatap Masumi.
“Masumi…” panggilnya.
Masumi menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
“Eh..Shiori? kapan kamu---“ tanyanya sambil berjalan menghampiri Shiori.
Tapi dengan cepat kamu mendekati Masumi dan menarik lengannya.
“Lariii……..Masumi….lariiii………sembunyiiiii……” serumu heboh sambil berusaha menyeret Masumi “Bahayaa…..ada nenek sihir…..nanti bisa-bisa kamu disihir jadi kodok”
“Hei….” Ucap Masumi kaget karena hampir saja tubuhnya terjengkang akibat lengannya di tarik keras-keras olehmu.
Kamu mengacuhkan ucapan Masumi dan terus saja menyeret Masumi ke ruangannya serta menutup pintu.
Shiori dan beberapa karyawan yang kebetulan ada di sana langsung melongo keheranan menyaksikan kejadian aneh itu.
Shiori benar-benar bingung dengan apa yang terjadi barusan, Masumi seolah akan menghampirinya tapi tiba-tiba ia berlari menjauh dan masuk ke ruangannya.
Shiori pun bergegas menuju ruangan Masumi yang pintunya tertutup.
“Masumi….” Panggil Shiori sambil berusaha membuka pintu, tapi ia tidak berhasil membukanya karena pintu telah dikunci olehmu dari dalam.
“Masumi….”panggil Shiori lagi “Ada apa denganmu? Buka pintunya”
“Menyingkirlah…biarkan aku keluar” ucap Masumi padamu yang berdiri di depan pintu, menghalangi Masumi agar tidak bisa keluar dari ruangannya.
“Tidaak……” serumu sambil menggelengkan kepalamu “Aku tidak akan membiarkanmu menemuinya.”
“Ada apa denganmu? Biarkan aku menemui Shiori…”
“Tidaaaak…..” jawabmu bersikeras “Kamu tidak boleh bertemu dengannya. Dia itu nenek sihir jahat, nanti kamu bakal di potong-potong lalu dijadikan sop untuk makan malamnya.”
“Hah….”
Kata-katamu membuat Masumi ternganga dan menatap aneh padamu.
“jangan ngawur dan bicara yang tidak-tidak….” Ucap Masumi kemudian “Menyingkirlah…jangan halangi jalanku” Kata Masumi lagi.
“Tidaaaak….” Serumu bersikeras dan tidak beranjak dari tempatmu berdiri “Aku sungguh-sungguh, Masumi. Jangan mendekatinya. Coba kamu lihat bayangannya di cermin. Wajah aslinya tidak seperti itu. Wajahnya seram. Matanya melotot dan di mulutnya ada sepasang taring panjang berdarah-darah. Hiii…bisa-bisa nanti kamu digigit olehnya” ucapmu tambah ngawur.
“Rupanya otakmu benar-benar tidak beres” kata Masumi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya “Mana ada hal yang seperti itu. Yang benar saja….”
“Sekali lagi, aku minta kamu menyingkir…..pergi dari situ. Jangan halangi jalanku. Aku mau keluar” kata Masumi lagi.
“Tidaak…….” Sahutmu tetap bersikeras.
Masumi menghela napas frustasi menghadapi kekeraskepalaanmu.
Sementara Masumi ‘berhadapan’ denganmu, di luar ruangan Masumi terjadi kehebohan kecil. Bukan saja Shiori yang memanggil-manggil nama Masumi tapi juga karyawan lain yang merasa khawatir.
“Pak Masumi…anda baik-baik saja, pak Masumi? pak Masumi…anda tidak apa-apa kan?” tanya mereka berulang-ulang sambil mengedor-gedor pintu.
“Kamu dengar kan teriakan mereka?” tanya Masumi padamu “Jadi…cukup sudah kehebohan yang kamu lakukan hari ini. Sekarang menyingkirlah dari sana atau----“
“atau apa, Masumi? Aku tidak mau membiarkan kamu menemui Shiomay alias roro jambul alias pudel ber--- Kyaaaaa……. “ ucapmu yang kemudian berteriak terkejut karena tiba-tiba Masumi menarik tanganmu dan pada detik berikutnya kamu merasa tubuhmu terangkat.
Akhirnya kamu menyadari mengapa tubuhmu bisa terangkat, Masumi sedang membopongmu…..(Eh…membopong? Buat kamu yang ‘ringan’, bacanya membopong, tapi buat kamu yang masuk kelas ‘berat’, bacanya menyeret tubuhmu wkwkwkwkwk……*peace*)
Masumi membawamu ke sofa panjang yang ada di ruangannya. Sesampainya di dekat sofa, ia lalu menghempaskan tubuhmu ke sana.
“Diam di situ…..” ucapnya “jangan coba-coba beranjak dari sana”.
Kamu yang masih terkena efek kaget dan tidak menyangka Masumi akan membopongmu hanya bisa diam dan memperhatikan Masumi yang membalikkan badannya dan berjalan kembali menuju pintu.
Sebelum memutar kunci, Masumi mencoba menenangkan dirinya dulu untuk menghadapi orang-orang yang sedang ‘panik’ dan terus-terus memanggil namanya.
Berulang kali Masumi menarik dan menghembuskan napasnya.
Lalu…..
Ceklek…..
Begitu pintu terbuka, orang-orang yang berkerumun di luar pintu segera menghujani Masumi dengan pertanyaan.
“Anda tidak apa-apa, pak Masumi? Apa yang terjadi dengan anda? Apa anda baik-baik saja, pak Masumi?”
Masumi yang sudah memasang wajah tenang dan seolah tidak terjadi apa-apa, memandangi mereka satu persatu.
“Saya tidak apa-apa. Kalian semua tidak usah khawatir dan ribut-ribut seperti ini. Lebih baik kalian kembali bekerja” ucap Masumi datar.
“Tapi pak----“
Masumi menatap salah seorang karyawannya yang masih berani bertanya dengan tatapan super dinginnya sehingga membuatnya tidak berani melanjutkan kata-katanya dan beringsut mundur diikuti yang lain.
“Kamu..benar tidak apa-apa, Masumi?” tanya Shiori dengan mimik khawatir setelah kerumunan orang-orang itu bubar.
“Aku tidak apa-apa, Shiori. Kamu tidak usah khawatir” jawab Masumi.
“Tapi….mengapa tadi kamu bersikap aneh?” tanya Shiori lagi.
“Oh…tadi karena aku….karena……”
“Karena apa, Masumi?”
Masumi terdiam dan menatap Shiori yang masih memandanginya dengan wajah khawatir, sementara otaknya berputar cepat mencari alasan mengapa ia tadi bersikap aneh.
“Hmm…karena tiba-tiba aku merasa…..merasa kebelet (Apa ya bahasa kerennya? :P )” ucap Masumi perlahan.
“Hah…..”
(Doeeng…..)
Wajah khawatir Shiori berubah menjadi bengong mendengar jawaban Masumi.
“Kebe---“
“Benar” sahut Masumi cepat “Entah siapa yang menyetel AC di ruang meeting sampai begitu dingin” lanjutnya pura-pura menggerutu.
Shiori masih menatap Masumi dengan pandangan kebingungan.
“Jadi Shiori, tolong maafkan aku kalau tadi tiba-tiba berlari saat akan mendekatimu. Aku tidak bisa menahan panggilan alam, jadi aku bergegas ke ruanganku (ceritanya di ruangan Masumi ada kamar mandi pribadinya ^^ )” jelas Masumi.
“Hmm…Masumi---“
“Dan tolong jangan diungkit lagi. Aku mohon pengertianmu. Tadi itu benar-benar hmmm….sangat memalukan” kata Masumi lagi memotong perkataan Shiori dengan wajah sedikit memerah.
“Aku mengerti, Masumi. Aku tidak akan membicarakannya lagi” sahut Shiori sambil menganggukkan kepalanya.
“Oh ya….mengapa kamu datang ke sini tanpa memberitahukan aku terlebih dahulu, Shiori?” tanya Masumi mengalihkan pembicaraan.
“Aku---“ jawab Shiori “Eh tapi Masumi, apa kita tidak bisa berbicara di dalam ruanganmu?Masa kita ngobrolnya di depan pintu seperti ini?” tanya Shiori yang akhirnya menyadari bahwa mereka masih berada di depan pintu ruangan Masumi.
“Masumi….” Serumu dari sofa “Lihat apa yang akan aku lakukan pada Shiomay kalau kamu berani mengajaknya masuk ke ruanganmu”
“Usir saja, Masumi…katakan kalau kamu sibuk…” ucapmu lagi “kamu tidak boleh berduaan dengan shiodong-odong itu di ruanganmu ini”
“Masumi?” tanya Shiori yang melihat Masumi diam saja dan tidak mempersilahkannya masuk.
“Eh iya Shiori. Kita bicaranya nanti saja ya?” kata Masumi akhirnya.
“Mengapa?”
Masumi melihat ke arlojinya.
“Soalnya sebentar lagi aku harus pergi ke gedung X untuk menemui Mr. Robin” kata Masumi memberi alasan.
“Oh…kalau begitu aku ikut denganmu saja, Masumi” jawab Shiori.
“Jangan…aku ada pertemuan bisnis. Kamu pasti kesal bisa harus menunggu di sana. Bagaimana kalau pembicaraanku dengan Mr. Robin lama?”
“Begitu? Kalau begitu aku menunggu di ruanganmu saja. Aku tidak apa-apa koq ditinggal sendiri di ruanganmu” kata Shiori lagi hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Masumi.
“Grrr…grrrr…..grrrrrrr…..” gerammu sambil memperlihatkan taringmu (eh, taring? Sejak kapan kamu bisa berubah jadi serigala? Tambah ngaco aja ini cerita wkwkwkwk….)
“Masumi, kalau shiodong-odong berani masuk akan ku…akan ku----“
“Jangan…” seru Masumi tiba-tiba .
“Eh?” tanya Shiori sambil menatap Masumi.
“Ehem…maksudku lebih baik kamu menunggu di rumah saja, Shiori” kata Masumi.
“Mengapa? Kamu tidak suka kalau aku menunggumu di sini?”
“Bukan…bukan begitu, Shiori. Karena aku juga belum tentu kembali lagi ke kantor” jawab Masumi memberi alasan “Jadi lebih baik kamu menunggu di rumahmu. Nanti kalau aku sudah selesai, aku akan menelponmu…hmmm..bukan…bukan menelponmu tapi menjemputmu untuk mengajakmu makan malam. Bagaimana Shiori?”
“Hmm…baiklah kalau begitu, Masumi. Aku akan menunggumu di rumah. Dan jangan lupa menelponku terlebih dahulu ya supaya aku bisa mempersiapkan diriku dulu” sahut Shiori.
Masumi mengangguk mengiyakan.
@@@@@
“Huahahahahahaha……” tawamu senang ketika Shiori akhirnya pergi.
“Masumi, kamu takut ya aku menganggu tunanganmu yang cantik, lembut dan anggun itu (Hoek…) kalau dia masuk ke ruanganmu?”
“Tidak..” jawab Masumi pendek sambil menutup pintu ruangannya.
“Ah yang benar….buktinya kamu melarang Shiodong-odong masuk ketika mendengar perkataanku?” tanyamu lagi.
“Tidak seperti itu. TIdak usah keGRan. Aku kan memang belum tentu kembali lagi ke kantor” sahut Masumi membela diri “Ah..lagipula apa gunanya menjelaskan padamu” lanjutnya sambil berjalan menuju kursinya dan duduk di sana.
“Walah….mengaku saja Masumi kalau sebenernya kamu takut…” ucapmu lagi menggoda Masumi “Kamu memang takut kan? Takut repot kalau tiba-tiba Shiomay pingsan waktu aku gangguin wkakakakakaka….” Lanjutmu sambil tertawa keras.
Masumi hanya bisa memandangmu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Ssst…berisik…” kata Masumi kemudian “Jangan tertawa keras seperti itu..”
“Memangnya kenapa? tidak akan ada yang dengar koq”
“Aku mendengar..dan aku merasa terganggu” sahut Masumi kesal.
“ya maaf…tapi coba kalau tadi Shiomay masuk. Aku pasti puas ngerjai dia xixixixi…” katamu lagi sambil tersenyum jahil.
“Kamu tuh memang makhluk aneh ya? Bisanya mengganggu orang. Dan itu lagi nama orang di ganti-ganti”
“Habisnya aku gemas, Masumi…..sangat-sangat gemas denganmu” sahutmu “Dan suka-suka aku dong, mau memanggil apa pada tunanganmu yang lemah gemulai itu. Mulut ini mulutku sendiri, mengapa kamu protes?”
Sekali lagi Masumi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tapi, Masumi…tadi kamu mengatakan kamu akan mengajak Shiomay makan malam? Tidak salah tuh?”
“Memangnya kenapa? suka-suka aku dong. Aku bersedia mengajaknya” balas Masumi.
“Benarkah? Benarkah itu keinginanmu?” tanyamu “Kamu lebih suka makan malam dengan tunanganmu itu daripada dengan Maya Kitajima?”
“Eh….”
“Masumi, benar begitu?” tanyamu lagi.
Masumi menghela napasnya.
“Mengajak Maya…adalah hal yang tidak mungkin. Anak itu tidak akan mau makan malam denganku. Dia sangat membenciku” ucap Masumi perlahan.
“Masumi sok tahu…” sahutmu “Siapa yang bilang begitu?”
“Apa maksudmu?” tanya Masumi sambil menatapmu.
“Tidak…tidak apa-apa” jawabmu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya “Aku ada di sini untuk membantumu dan sesekali mengacaukannya xixixixi…jawaban dari pertanyaanmu harus kamu yang mencari tahu sendiri, Masumi. Tidak seru kalau kamu langsung tahu tanpa usaha sendiri” lanjutmu sambil mengedipkan matamu.
“Terserahlah…aku tidak mengerti maksud ucapanmu”
“Tapi, Masumi…tidak ada salahnya mencoba mengajak Maya makan malam. Jadi nanti malam ajak Maya saja ya?”
“Tidak” jawab Masumi sambil menggelengkan kepalanya.
“Mengapa? Ah Masumi pengecut. Takut ditolak ya?”
“Bukan….tapi aku sudah janji dengan Shiori. Dan aku adalah orang yang selalu menepati janji” jawab Masumi.
“Cie….sok keren” sahutmu “Tapi, Masumi memang keren koq hahahahaha….”
Masumi tersenyum kecil mendengar ucapanmu.
“Ah sudahlah lama-lama aku bisa ketularan sinting kalau terus meladenimu” ucapnya kemudian.
Tok…tok…tok….
“Masuk…” kata Masumi.
“Pak Masumi, sudah waktunya anda bertemu dengan Mr. Robin” ucap Mizuki sambil melongokkan kepalanya.
“Baik. Aku akan segera ke sana. Minta pak sopir menunggu di depan, Mizuki”
“Baik, pak” sahut Mizuki.
Masumi lalu berdiri kemudian berjalan keluar ruangannya.
Kamu pun dengan cepat bangun dari sofa dan menyusul Masumi.
“Ikuuut…….Masumi tunggu aku…..aku ikut….” Serumu sambil mengikuti Masumi.
“Kamu benar-benar tidak bisa meninggalkan aku sendirian ya?” gumam Masumi.
“Tidak. Karena aku adalah bayanganmu, Masumi xixixixixi…” sahutmu “Dan Masumi…sehabis meetingmu selesai. Kita pergi belanja ya. Aku mau membeli barang-barang keperluanku. Aku kan tiba-tiba ‘terdampar’ di sini, jadi tidak bawa apa-apa,Masumi. ya Masumi ya…ya…ya?”
“Bagaimana nanti saja ya” jawab Masumi cuek.
“Huh…Masumi suka begitu deh….menyebalkan” ucapmu kesal.
Bersambung ke SaYaH 4....
ps : mohon maaf n ijin buat TK lover karena panggilan 'kesayangan' buat Shiorinya bermunculan di crita ini xixixixixi....
hahaha, makin seruuuuuuuuuuuuu.
BalasHapuslanjuuuuuuuuuuuut...
wakakakaka...
BalasHapuslanjot sista
penasaran gimana dengan perjodohan MH dengan "aku" sebagai mak comblangnya
Wakkakakak... Pagi2 udah ketawa terguling2... Lucuu abizzzzzzzz. Geleng2 de kepala. Tapi masumi jadi udah terbiasa dng ce bayangannyaa.. Muantaappp.. Lanjut. Thx story
BalasHapusHey kauuuu....*jari menunjuk dgn lurus*
BalasHapusKauuu...shiori bin shiomay bin shiodong odong alias nenek sihir berjambul ala terowongan casablanca....pergi jauh jauh dr masumiKu.....
*ikutan ngawur*
telat bacanya:
BalasHapushahahaha..
harusnya cupid dewi cinta yg baik, ayo segera satukan MM