Halaman

Jumat, 01 Juni 2012

Rahasia Kecil Mariko

Warning : Akhir cerita ini ‘menggantung’ (di po’on)

“Namaku Mariko. Musim panas ini umurku 5 tahun. Ibuku adalah seorang artis, namanya Maya Kitajima….”ucap Mariko dengan suara lantang di depan kelas. Ia sedang mendapat giliran membacakan cerita tentang keluarganya pada teman-teman sekelasnya. “..aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki, namanya Mamoru. Sekarang ia duduk di kelas 2 sd. Itulah keluargaku. Aku sangat sayang se—“

“Ayahmu…” celetuk seorang teman sekelas Mariko dari kursi belakang “Ayahmu koq tidak disebut”

“A…ayahku—“ ucap Mariko terbata dan matanya berkaca “Ia—“

“Mariko tidak punya ayah” serobot Genta, anak paling bandel di kelas ini “Mariko nakal sih jadinya tidak punya ayah”

“Aku tidak nakal” seru Mariko dengan air mata menggenang di pelupuk matanya.

“Betul” bela Ayano, teman sebangku Mariko “Kamu yang nakal, Genta”

“Enak saja” sahut Genta “Yang nakal itu Mariko, makanya ayahnya meninggalkannya. Ayahku tidak meninggalkanku”

“Bukaan..kamu yang—“

“Cukup…cukup….” teriak ibu Yoshida, guru kelas mereka ketika kelasnya menjadi ramai “Genta, minta maaf pada Mariko” ucapnya dengan tegas pada Genta.

“Tapi, bu. Aku kan tidak—“



“Minta maaf” ulang ibu Yoshida sambil menatap tajam Genta sehingga membuatnya menunduk dan bangun dari kursinya lalu menghampiri Mariko.

“Mariko, maafkan aku ya..” ucap Genta sambil mengulurkan tangannya.

Mariko hanya diam melihat uluran tangan Genta.

“Ibu Yoshida,,,” panggil Genta dengan tangan masih terulur, menatap gurunya “Mariko tidak mau memaafkan aku…”

“Mariko..” panggil ibu Yoshida.

“Aku baru mau memaafkan Genta kalau ia berjanji tidak akan mengatakan hal itu lagi” ucap Mariko sambil menatap gurunya kemudian menatap genta.

“Baiklah aku janji” angguk Genta “Jadi, kamu mau kan memaafkan aku?” tanyanya kemudian dengan tangan masih terulur.

Mariko terdiam sejenak kemudian perlahan ia mengangkat tangannya, membalas uluran tangan Genta. Dan mereka berdua pun berjabatan tangan.

“Nah..itu baru anak baik” ucap Ibu Yoshida “Sekarang kalian berdua, duduklah kembali”

Mariko dan Genta menganggukkan kepalanya bersama-sama lalu mereka kembali duduk di kursinya masing-masing.

“Baiklah..” ucap ibu Yoshida sambil menepuk tangannya “Sekarang siapa lagi yang akan bercerita?”

“Aku…. aku…….aku……” sahut murid lain berebutan.

@@@@@

Teng…teng…teng……

Bunyi bel yang menandakan waktu belajar telah usai berdentang, dan tak lama kemudian murid-murid TK Sakura itu berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.

“Mariko..ayo kita keluar” ajak Ayano sambil menghampiri Mariko.

“Ayo..” angguk Mariko.

Dan sambil bergandengan tangan, mereka pun keluar kelas menuju pintu gerbang.

Karena peraturan sekolah itu cukup ketat, hanya murid yang telah dijemput yang boleh keluar melewati gerbang, maka Mariko dan Ayano berdiri di sisi gerbang sambil mata keduanya melihat ke sana-kemari, menunggu kedatangan pak Hiroshi, sopir yang biasa menjemput mereka berdua.

Tapi tiba-tiba, mata cantik Ayano membesar ketika ia melihat siapa yang akan menjemput mereka hari ini.

“Mamaku datang, Mariko” seru Ayano gembira ketika melihat mamanya di antara sekumpulan orang yang menjemput. Ia pun menunjukkan keberadaan mamanya pada Mariko.

“Ah…” seru Mariko, yang juga tak kalah senangnya ketika melihat wanita mungil yang berjalan bersama mamanya Ayano “Mamaku juga datang…”

“Mamaaa….” Seru mereka bersama-sama ketika mama mereka berdua telah dekat sambil melambai-lambaikan tangan kecil mereka.

Kedua wanita yang medengar suara dan melihat lambaian tangan putri-putri cilik mereka pun tersenyum dan bergegas menghampiri mereka berdua.

Baik Mariko maupun Ayano langsung memeluk mama mereka masing-masing.

“Mama….” Panggil Mariko di pelukan mamanya. “Koq mama bisa menjemput Mariko?”

“Mengapa? Memangnya kamu lebih suka di jemput oleh pak Hiroshi daripada oleh mama?”

“Ah tidak” geleng Mariko cepat “Mariko senang…senang sekali dijemput oleh mama” lanjutnya sambil tersenyum “Tapi koq bisa berbarengan dengan tante Ayumi juga?”

“Oh itu karena kebetulan, tante Ayumi juga sedang libur syuting”

Mariko mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Maya…” panggil Ayumi yang berdiri di sampingnya dan menggandeng Ayano “Ayo kita jemput Mamoru. Dia juga pasti sudah keluar”

“Ah iya…” angguk Maya “Ayo Mariko. Kita jemput kak Mamoru”

Sekali lagi Mariko mengangguk kemudian ia dan Ayano saling bergandengan tangan, berjalan menuju sekolah Mamoru yang letaknya berseberangan dengan sekolah mereka. Dan Maya juga Ayumi mengikuti mereka dari belakang.

@@@@@

“Terima kasih, Ayumi karena kamu telah mengantar kami” ucap Maya ketika mereka telah sampai di depan rumah mereka “Aku jadi malu karena telah merepotkanmu”

“Merepotkan apa? Kita kan sejalan, Maya dan lagi rumah kita berdekatan. Jadi apanya yang repot?” sahut Ayumi dari balik kemudi.

“Tapi tetap saja…terima kasih”

“Ah kamu tuh, seperti kita belum kenal lama saja” ucap Ayumi pura-pura mengeluh “Aku pergi saja ya sebelum terus menerima ucapan terima kasih darimu”

“Ayumii….”

“Hahahaha,,,Aku memang harus pergi, Maya. Kan tidak mungkin diam di sini terus” ucap Ayumi “Yuk ah…Bye Mamoru, Bye Mariko…” Lalu ia pun menutup kaca mobilnya.

“Eh…tunggu dulu, Mama…” seru Ayano yang duduk di samping Ayumi.

“Ada apa, Ayano?” tanya Ayumi sambil mengerutkan keningnya, menatap tidak mengerti anak semata wayangnya itu.

“Aku mau bicara dulu sebentar dengan Mariko”

“Eh?”

“Marikooo….” Teriak Ayano sambil mencondongkan tubuhnya dan mengeluarkan kepalanya dari jendela di samping Ayumi sehingga Ayumi harus memegangi tubuhnya.

Mariko yang sedang digandeng oleh Maya dan akan masuk ke dalam rumah, menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.”Ada apa, Ayano?”

“Kamu tidak lupa kan kalau nanti malam akan menginap di rumahku? Kita kan mau melihat film ‘Shaun the Sheep’ yang kemarin baru dibelikan oleh papaku”

“eh itu---“ jawab Mariko bingung. Tadi di sekolah, ia memang sudah berjanji akan menonton bersama dengan Ayano dan menginap di rumahnya, tapi kedatangan Maya membuatnya bingung. Di satu sisi, ia ingin menonton film itu tapi di sisi lain, ia juga ingin bersama mamanya. Karena beberapa minggu belakangan ini, sangat sulit baginya bersama dengan mamanya karena mamanya sibuk syuting. Jadi ia hanya diam dan menatap Maya.

Maya menatap Mariko kemudian menatap Ayano, “Mariko akan menginap di rumahmu, Ayano. Nanti tante yang akan mengantarnya ke sana”

“eh…”

“Baiklah kalau begitu” angguk Ayano “Sampai nanti, Mariko. Bye..bye…”

@@@@@

Setelah mobil Ayumi menjauh, Maya menggandeng tangan Mariko dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.

“Mama…..mengapa mama menyetujui aku menginap di rumah Ayano? Hari ini aku kan ingin tidur dengan mama…”

Maya berlutut dan menatap Mariko. “Maafkan mama, sayang. Hari ini mama tidak tidur di rumah. Nanti sore, mama harus pergi lagi. Syuting mama belum selesai”

“Mama akan pergi lagi? Bukankah mama baru pulang?” tanya Mariko tidak dapat menutupi kekecewaannya.

“Sayang….mama benar-benar minta maaf” ucap Maya dengan menyesal “Tadi mama minta ijin pulang karena mama ingin bertemu dengan kalian berdua”

Mariko menundukkan kepalanya dan wajahnya tampak sedih.

“hmm…bagaimana kalau minggu depan, kita bertiga…mama kamu dan kak Mamoru jalan-jalan bersama?” tanya Maya “minggu depan, mama sudah selesai syuting”

“Benarkah?” tanya Mariko tidak percaya.

“Iya” angguk Maya “Kamu mau bersabar menunggu sampai minggu depan kan? Mama janji kita akan jalan-jalan bersama”

“Mama benar-benar berjanji dan tidak akan bohong kan?”

“Mama janji”

“Baiklah kalau begitu. Mariko akan sabar menunggu dan Hari ini Mariko menginap di rumah Ayano” ucap Mariko.

“Itu baru anak mama yang baik” ucap Maya sambil memeluk Mariko “Nah sekarang…ayo kita masuk ke dalam. Kak Mamoru pasti sudah menunggu kita di dalam untuk makan bersama”

“Iya” angguk Mariko kemudian ia menggandeng ibunya dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.

@@@@@

Sore harinya, Maya mengantar Mariko ke rumah Ayumi.

“Aku titip Mariko ya, Ayumi”

Ayumi mengangguk. “Oh ya..mana Mamoru?” tanyanya kemudian ketika ia tidak melihat kehadiran Mamoru bersama Maya.

“Mamoru ada di rumah, Ayumi. Dia tidak mau ikut” jawab Maya “Tapi biarlah, ada Kana yang menjaganya” lanjutnya sambil menyebut nama orang yang biasa mengasuh kedua buah hatinya.

“Oh…begitu” sahut Ayumi “Kalau begitu, nanti aku ke rumahmu untuk melihatnya”

“Terima kasih, Ayumi” ucap Maya tulus dan terharu dengan perhatian Ayumi. Ia memang sangat berterima kasih pada Ayumi. Kepergian Masumi beberapa tahun yang lalu membuatnya harus menjadi single parent untuk kedua buah hatinya sehingga ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka.. Dan sering kali, dengan terpaksa ia meninggalkan mereka berhari-hari karena tuntutan pekerjaan. Untungnya ada Ayumi, yang bila sedang tidak syuting, akan dengan senang hati membantunya, menjaga mereka.

Pertemuannya dengan Ayumi terjadi secara kebetulan. Saat itu, Maya yang tidak sanggup untuk tetap tinggal di rumah yang penuh kenangan dengan Masumi memutuskan untuk pindah. Dan beberapa hari setelah kepindahannya ke rumah yang baru, secara tidak sengaja ia bertemu dengan Ayumi di sebuah mini market yang tak jauh dari kompleks perumahan, tempatnya tinggal.

Layaknya sahabat lama yang telah lama tidak bertemu, Maya akhirnya mengetahui kalau Ayumi telah menikah dengan Mr. Hamill dan mempunyai seorang putri yang sebaya dengan putrinya, Mariko. Dan yang tidak disangka olehnya adalah ternyata mereka bertetangga. Rumah Ayumi hanya terpaut beberapa rumah dari rumahnya.

“Marikoo…..” seru Ayano dari dalam rumah “Kamu sudah datang rupanya” lanjutnya sambil berlari kecil menghampiri Mariko. “Ayo..sekarang kita menonton. Filmnya sudah aku siapkan”

Mariko menatap Maya, meminta persetujuan darinya. “Masuklah dan jangan nakal ya. Turuti perkataan tante Ayumi”

Mariko mengangguk.

“Kalau begitu, mama pergi dulu ya..” ucap Maya lagi sambil mengecup kedua pipi Mariko.

“Iya, mama” angguk Mariko.

“Ayo, Mariko…” ucap Ayano sambil menggandeng tangan Mariko dan menariknya masuk.

“Bye-bye, mama…” ucap Mariko sambil melambaikan tangannya yang tidak dipegangi Ayano.

“Bye, sayang” sahut Maya juga sambil melambaikan tangannya pada putri kecilnya, kemudian Maya menatap Ayumi “Aku pergi dulu ya, Ayumi”

“Pergilah dan tenang-tenanglah kamu syuting. Jangan sampai sering dimarahi sutradara karena mengkhawatirkan Mariko dan Mamoru” canda Ayumi sambil tersenyum “aku akan membantumu menjaga mereka”

Maya ikut tersenyum mendengar perkataan Ayumi dan mengangguk. “Aku titip mereka ya, Ayumi dan…..Sekali lagi, Terima kasih”

Ayumi mengangguk. kemudian Maya pun masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya di depan rumah Ayumi dan mobil itu pun melaju meninggalkan rumah Ayumi.

@@@@@

Setelah makan malam, Mariko dan Ayano kembali melanjutkan menonton film di ruang tamu..

“Aku pulang…”

“Aaaaa…papa sudah pulang “teriak Ayano gembira saat mendnegar suara papanya. Ia pun segera bangun dan berlari mendekati papanya” papaaa……”

“hallo my little princess” ucap Hamill sambil menyambut Ayano dan mengangkat tubuh mungilnya.

Ayano memeluk papanya dengan erat..

Mariko yang duduk tak jauh dari situ menoleh dan melihat Ayano dan papanya berpelukan. Tiba-tiba saja hatinya merasa sedih dan juga iri dengan kedekatan mereka. Seandainya….seandainya aku punya papa….aku akan merasa senang sekali. Setiap papa pulang, aku pasti akan menyambut kepulangannya dan memeluknya, seperti Ayano memeluk papanya….

“Hmm….princess papa sudah wangi” ucap Hamill sambil mencium pipi Ayano yang berada di pelukannya.

“Iya dong..” sahut Ayano “Ayano kan sudah mandi. Tadi bersama Mariko” lanjutnya sambil melirik ke arah Mariko yang tengah menatap mereka berdua.

“Oh..ada Mariko..” ucap Hamill sambil menatap Mariko dan tersenyum padanya.

“Ha..halo om Hamill” ucap Mariko cepat dan tersenyum membalas senyuman Hamill.

“Hmm..halo juga, Mariko…” sahut Hamill kemudian kembali menatap Ayano “Sekarang, Papa mau bertemu dengan mama di belakang. Jadi kalian menontonlah kembali” ucapnya kemudian sambil melepaskan Ayano dari pelukannya. .

“Iya…” angguk Ayano dan Mariko bersamaan. Dan mereka pun kembali menonton film.

@@@@@

Dua jam kemudian, adalah saatnya bagi Ayano dan Mariko untuk tidur. Ayumi mengantar mereka berdua ke kamar Ayano dan mereka tidur bersebelahan karena ranjang Ayano cukup besar.

“Nah sekarang, kalian tidur ya” ucap Ayumi “Besok kan harus berangkat sekolah”

“Iya, mama…..”

“Iya, tante…”

Sebelum keluar dari kamar, Ayumi mencium dahi Ayano dan Mariko serta mengucapkan selamat malam pada keduanya setelah itu ia mematikan lampu dan menutup pintu.

Tapi beberapa menit kemudian, pintu kembali terbuka dengan perlahan dan dari balik selimutnya, diam-diam Mariko membuka matanya dan mengintip. Ia dapat melihat seseorang, yang tak lain adalah ayah Ayano, yang masuk dan mendekati Ayano. Dan tanpa melihat pun Mariko tahu kalau ayahnya Ayano sedang mengecup dahi Ayano dan membisikkan selamat malam.

Lagi-lagi, hati Mariko sedih. Dan ia bertanya dalam hatinya. Bagaimanakah rasanya bila dahinya dikecup dan dibisiki selamat malam oleh seorang papa sebelum tidur ? Apa perasaan Ayano saat dikecup papanya? Bahagiakah? Senangkah? Apakah sesudahnya Ayano akan bermimpi indah? Aaaa…..seandainya saja aku punya papa…..papa yang selalu ada untuk melindungi dan menjagaku juga menjaga mama dan kak Mamoru. Tentu aku akan bahagia sekali……

Memikirkan hal itu, setetes air mata nyaris jatuh dari sudut matanya. Tapi dengan segera Mariko menghapusnya. “Tidak..aku tidak boleh bersedih” ucapnya pada dirinya sendiri “Walaupun aku tidak punya papa, tapi aku masih punya mama dan kak Mamoru yang menyayangiku. Dan minggu depan kami bertiga akan berjalan-jalan” lanjutnya sambil memikirkan apa yang akan mereka lakukan bertiga saat itu. “Lalu….aku juga masih punya paman beruang….”

“Ah iya…paman beruang” pikir Mariko lagi. Senyum pun menghiasi bibir mungilnya. “Besok sore, saatnya aku kembali bertemu dengan paman beruang. Tidak sabar rasanya menunggu sampai hari itu tiba. Aku bisa bermain lagi dengan paman beruang……”

Setelah berpikir begitu, dengan senyum mengembang di bibirnya, Mariko pun terlelap…….

Dan cerita ini TAMAAAAAAAT………. *eh???? Bener kan ngegantung? Kan udah saia kasih peringatan di atas… *

10 komentar:

  1. cupidddddd..... minta di ulek beneran nih. masumi kemana? pasti diculik nih ma cupid

    BalasHapus
  2. weh, masumi pasti lari ama shiori ini mah, ayo terusin

    BalasHapus
  3. jiahhhhh... cem mane ini critaaa... udah nagis2 bacanya.. kok kagak ada masumi se ujung pun.. huweeee..... groarrrr

    BalasHapus
  4. nie ceritanya ngegantung....
    skalian cupidz juga ane gantung.....
    lanjutkan lagi critanya....
    masumi kemana.....dan siap paman beruang, masumi atau hijiri

    lanjut lagi..... atau ntr kena demo loh

    BalasHapus
  5. cupidzzzzzzzzzz seneng banget sih bikin orang linglung eh salah bingung.... coba yah please tulung di lanjutken

    BalasHapus
  6. gantung cupid ajah dah,,kl ga bru buru apdet,,,cepetttt~~ keluarin masuminyaa *maksa*

    BalasHapus
  7. paman beruang itu siapa?? koji?? masumi?? or...??
    lanjut donkkkkkkkkk [hua..hua... nangis nih ...:( ]

    BalasHapus
  8. cerita yg ini juga,,, bener2 masih gantung,,, gantung di po'on mana sih koq ga turun2 update ceritanya,,, ;(
    Mutia na rival

    BalasHapus