Halaman

Minggu, 03 Juli 2011

POWER of LOVE (chapter 02)

Di apartemennya, maya sedang bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting iklan untuk mempromosikan pertunjukan bidadari merah yang akan dipentaskan di 7 kota besar di seluruh jepang mulai akhir bulan depan.

Sebelum keluar dari apartemen, maya mengambil spidol dan mendekati kalender yang tergantung dekat pintu. Lalu diberinya tanda silang pada tanggal kemarin.
Sambil melakukan itu Maya tersenyum senang.

“Empat hari lagi….empat hari lagi….aku akan bertemu Masumi”ucapnya.

Kemudian Maya membuka pintu Apartemennya keluar sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

Di depan pintu, maya terkejut.

“Koji….”serunya.



“Pagi, Maya…” ucap Koji yang melihat gadis itu ceria.

Setelah menonton berita mengenai peristiwa kecelakaan Masumi, Koji mengkhawatirkan maya, karena itu ia segera datang menemuinya. Tapi saat melihat Maya ceria, Koji menyimpulkan bahwa Maya belum mengetahui kejadian itu.

“Koji, ada apa kamu pagi-pagi ke sini?” Tanya Maya heran.

“Kedatanganku ke sini……. aku mau memberitahukan padamu bahwa tadi Pak sutradara telpon, beliau mengatakan bahwa syuting hari ini dibatalkan karena beliau ada urusan mendadak.” jawab Koji berbohong karena sebenarnya syuting tidak dibatalkan, ia takut Maya akan shock mendengar peristiwa kecelakaan itu di lokasi syuting. Sebab pasti berita itu sekarang ini sedang ramai dibicarakan di mana-mana.

“Tapi..Pak sutradara tidak menelpon aku, Koji” sahut Maya bingung,

“Oh…Tadi, Pak sutradara menelepon aku terlebih dahulu kemudian beliau mengatakan akan menelpon kamu, tapi aku bilang biar aku saja yang memberitahu kamu tentang pembatalan syuting itu.” Jelas Koji.

“Tapi…kamu kan tidak perlu ke sini. Kamu bisa memberitahu aku dengan cara menelpon aku saja’” jawab Maya lagi.

“Selain karena aku memberitahukan pembatalan syuting, aku datang ke sini juga karena alasan lain” kata koji

“Alasan lain? Alasan lain apa, Koji?”

“Karena hari ini libur syuting, aku ingin kamu menemani aku ke luar, jalan-jalan” sahut Koji.

“Maaf, Koji, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu…aku ….”

“Jangan Khawatir” Koji memotong kata-kata Maya, “Aku tidak akan macam-macam, aku tahu perasaanmu padaku, semuanya sudah kamu katakan dengan jelas seusai percobaan pementasan bidadari merah dulu, aku mengerti dan aku juga tidak berharap apa-apa. Tapi hari ini saja…hari ini saja aku ingin kamu menemani aku karena……..” Koji tampak berpikir sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya. “…karena hari ini aku sedang berulang tahun. Jadi, kalau kamu masih menganggapku teman baikmu, temani aku hari ini, Maya, please…” lanjut Koji. Ia berbohong lagi untuk kedua kalinya, karena hari ini sebenarnya bukan hari ulang tahunnya.

“Hari ini kamu berulang tahun?” Tanya Maya

Koji mengangguk.

“Maaf, aku tidak tahu kalau hari ini, hari ulang tahunmu.”

Maya lalu mengulurkan tangannya, Koji membalas uluran tangan Maya. Mereka berjabat tangan.

“Selamat ulang Tahun, Koji” ujar Maya memberi selamat “maaf, aku tidak memberimu kado, aku tidak tahu kalau hari ini ulang tahunmu.” Lanjutmu

“Terima kasih, Maya. Temanilah aku merayakan ulang tahunku hari ini, Maya. Anggap saja itu kado darimu, please….” kata Koji.

Maya diam seperti mempertimbangkan sesuatu.

“Baiklah, aku akan menemanimu hari ini, karena hari ini hari istimewamu. Tapi hanya hari ini Koji” tegasnya.

“Terima kasih Maya” ucap Koji senang.

“Kamu ingin aku temani kemana?” Tanya Maya lagi

“Nanti kamu akan tahu” jawab Koji,padahal ia juga sedang berpikir keras ke mana ia harus membawa Maya. Di mana tempat yang tidak ada orang yang membicarakan berita kecelakaan Masumi.

Koji membonceng maya meninggalkan apartemen Maya.

Ternyata Koji membawa maya ke Tokyo Disneyland.

“Ke sini?” Tanya Maya. Ia teringat kembali kenangannya saat ia pergi ke taman bermain bersama Koji dulu.

“Koji, dulu kan kita…”

“Iya, tapi sekarang aku sedang ingin bersenang-senang. Aku ingin melewati hari ulang tahunku di sini”potong Koji. “Dulu, ketika kamu sedih,aku menghibur kamu dengan mengajakmu ke taman bermain, sekarang giliranmu menemaniku. Aku ingin bersenang-senang, boleh kan?” lanjutnya.

“Ya..apa boleh buat, toh kita sudah sampai di sini” jawab Maya.

Kemudian mereka berdua masuk ke Tokyo Disneyland dan bersenang-senang di sana.

*****

Hari sudah malam ketika Koji mengantar Maya pulang ke apartemennya.

“Aku masuk dulu ya, Koji, bye” ujar Maya sambil berlari menuju apartemennya.

Koji memandangi Maya yang masuk ke dalam apartemennya.

“Maafkan aku Maya, maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kamu tahu bahwa Masumi mengalami kecelakaan.Aku tidak mau kamu bersedih walaupun aku tahu, aku tidak akan bisa menutupi peristiwa ini selamanya. Cepat dan lambat kamu pasti akan mengetahuinya juga” ujar Koji dalam hati “Seandainya waktu bisa berhenti…seandainya saja” lanjut Koji sambil menghela napas panjang.

Koji lalu menyalakan mesin motornya dan melaju kencang menembus kegelapan malam.

*****

“MAYAAAA…….” Teriak Rei saat melihat maya masuk.

“Dari mana saja kamu, kamu kan tahu kalau hari ini ada syuting. …lalu mengapa kamu tidak datang ke tempat syuting. Pak sutradara berulang kali menelepon ke sini, sambil marah-marah, beliau menanyakan mengapa kamu belum juga sampai di lokasi syuting” kata Rei kesal Karena tadi ia yang menjadi sasaran kemarahan pak sutradara. “Dan handphone-mu, mengapa handphone-mu tidak aktif. Berulang kali, aku hubungi kamu tetap saja tidak tersambung.”

“Hari ini ada syuting? Tapi tadi pagi Koji mengatakan padaku bahwa syuting dibatalkan. Apa mungkin Koji……” Ucapan Maya terhenti karena matanya tidak sengaja melihat layar televisi.

Tadinya, acara televisi itu sedang menayangkan film drama, tetapi sekarang sedang menayangkan siaran berita.

“Pemirsa, kami akan mengabarkan berita terbaru tentang kondisi terakhir Direktur Utama Daito, Bapak. Masumi Hayami yang dini hari tadi mengalami kecelakaan di daerah Izu. Menurut tim dokter yang menangani bapak Masumi, kondisi beliau saat ini telah berhasil melewati masa kritisnya dan dalam keadaan yang stabil, tetapi beliau belum sadarkan diri. Wakil keluarga dari Keluarga Hayami telah memindahkan bapak Masumi dari rumah sakit Izu ke Rumah sakit umum Tokyo untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif di sana. Demikian berita terkini yang dapat kami informasikan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dari Bapak Masumi dan terus mengabarkannya untuk Anda. Acara akan kami lanjutkan.”

Maya yang mendengarkan berita ini, berdiri tak bergerak ditempatnya. Kakinya tiba-tiba menjadi lemas, tubuhnya merosot ke bawah dan badannya mulai gemetar. Matanya masih memandangi layar televisi yang telah kembali menayangkan film drama. Wajahnya tampak shock dan air mata mulai menetes, membasahi pipinya.

“Masumi…masumi….” Panggilnya perlahan.

“Itu bukan Masumi kan…bukan Masumi kan…Masumi belum pulang…jadi tidak mungkin itu adalah Masumi….berita itu tidak benar…berita itu pasti bohong” ucap Maya masih dengan perlahan.

“Rei….itu bohong kan? Apa yang mereka katakan tidak benar kan? Berita itu bohong kan? Masumi tidak kecelakaan kan? Masumi belum pulang, jadi mana mungkin ia bisa mendapat kecelakaan di Izu…Itu tidak mungkin dia kan? Kata Maya pada Rei yang juga tak kalah terkejutnya mendengar berita itu.

“Rei, berita itu tidak benar kan, berita itu bohong kan Rei..berita itu mengada-ngada kan Rei…” kata Maya lagi mulai histeris.

Rei yang tersadar dari rasa terkejutnya menghampiri Maya dan memeluk Maya. Rei hanya diam sambil memeluk Maya, ia tidak bisa mengatakan apa-apa.

Maya memeluk Rei dengan sangat erat, Ia menangis sangat keras dalam pelukan sahabatnya itu.

*****

Keadaan di rumah sakit umum Tokyo berbeda dari hari biasanya.

Di lobby rumah sakit tampak banyak Wartawan yang sedang berkumpul,menunggu informasi terbaru mengenai keadaan Masumi.

Para petugas kepolisian juga tampak berjaga-jaga di depan lorong menuju ruang perawatan terutama ruang tempat Masumi mendapatkan perawatan intensif.

Setiap orang yang akan masuk tempat tersebut diperiksa dengan sangat ketat. Tidak sembarangan orang boleh masuk kecuali pihak keluarga Hayami dan orang-orang yang mendapat izin khusus dari keluarga Hayami.

Maya yang baru tiba di rumah sakit itu melangkahkan kakinya menuju ruang Masumi dirawat.

“Maaf, anda tidak dapat masuk ke sini, Nona” kata seorang petugas kepolisian, menghalangi jalan Maya.

“Saya mau menjenguk Bapak Masumi Hayami, Pak. Tolong biarkan saya masuk, Pak” mohon Maya.

“Sekali lagi maaf, Nona. Selain keluarga pasien, siapapun tidak boleh masuk” ucap Petugas kepolisian itu.

Maya terus memaksa agar di izinkan masuk, tapi petugas itu bersikeras tetap melarang Maya masuk.

Jadi Maya hanya berdiri menunggu, menunggu seseorang yang mungkin ia kenal, yang bisa membawanya melihat Masumi.

Tak berapa lama Maya menunggu, akhirnya Maya melihat seorang wanita yang dikenalnya baru saja memasuki rumah sakit.

Maya berlari menghampiri wanita itu.

“Nona Shiori” panggilnya pada wanita yang baru datang itu.

Wanita yang dipanggil Maya itu memang benar adalah Shiori Takamiya.

Shiori sebenarnya melihat maya yang berlari menghampirinya dan mendengar panggilan Maya, tapi ia pura-pura tidak melihat dan tidak memperdulikan panggilan maya.

“Nona Shiori, anda mau membesuk pak Masumi kan? Biarkan saya ikut masuk bersama anda ya..saya ingin melihat pak Masumi..” ucap Maya sambil mengikuti langkah Shiori.

Shiori tidak berkata apa-apa bahkan melihat maya pun tidak. Ia terus berjalan seolah-olah Maya tidak ada.

Sampai di dekat lorong menuju ruang perawatan Masumi, Petugas kepolisian yang melihat Shiori mengangguk hormat padanya.

“Jangan biarkan gadis itu masuk” perintahnya pada petugas tersebut sambil berjalan dengan anggun menyusuri lorong rumah sakit menuju tempat Masumi di rawat.

Maya yang dihalangi masuk oleh petugas memanggil-manggil Shiori.

“Nona Shiori….nona Shiori…biarkan aku masuk nona Shiori…aku ingin melihat Masumi…”teriaknya.

Tapi Shiori tidak memperdulikan teriakan Maya. Ia terus berjalan menjauh dan menghilang di belokan lorong.

“Nona Shiori, mengapa anda seperti itu? Mengapa anda begini padaku? Aku hanya ingin melihat Masumi sebentar..melihatnya sebentar saja.” Ucap Maya perlahan sambil terisak.

bersambung ke PoL 3....

1 komentar:

  1. Ayo Sist....lanjooooot "Lebih Cepat Lenih Baik" :P
    kasiannya maya gak bisa masuk....Shiory jahat bgt sih....awas nanti begtu Masumi sadar, lgsg gantian shiory yg diusir weeeek

    BalasHapus