Tak lama setelah Maya pergi, dokter yang memeriksa Masumi keluar dari kamar Masumi.
“Bagaimana dok? Bagaimana keadaan Masumi?” Tanya Shiori panik
“Anda tidak perlu panik, nona. Pak Masumi baik-baik saja. Kesadarannya kini mulai pulih, tapi-----“ ucap dokter
“Tapi apa, Dok?”
“Lebih baik saya menjelaskannya di ruangan saya saja, nona. Silahkan ikut dengan saya” kata dokter
Shiori lalu mengikuti dokter itu menuju ruangannya.
“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya Shiori segera setelah berada di ruang dokter,
“Seperti yang saya katakan tadi, bahwa kesadaran pasien telah pulih dan kondisi fisiknya juga sangat baik. Hanya saja---“
“Dok, tolong beritahu saya, hanya saja kenapa?” Tanya Shiori tidak sabar
“Hanya saja….pasien tidak dapat mengingat siapa dirinya.” Kata dokter itu
“Maksud dokter?” Tanya shiori kurang paham
“Mungkin ketika kecelakaan terjadi, pasien mengalami benturan keras di kepalanya sehingga menyebabkan pasien menjadi amnesia…”jelas dokter
“Am….amnesia dok?” Tanya Shiori tidak percaya “Jadi, masumi amnesia dok?”
Dokter itu mengangguk.
“BIsa dibilang begitu, karena tadi ketika saya bertanya siapa namanya, pasien tidak dapat mengingat namanya.” Ujar Dokter lagi “Tapi, anda tidak perlu khawatir, kami akan terus memantau perkembangan pasien selanjutnya, mungkin saja ini hanya efek sementara akibat benturan dan otaknya akan segera me-recovery ingatannya kembali” lanjut dokter berusaha menenangkan Shiori.
“Tapi, tentunya anda dan keluarganya sebagai orang-orang terdekatnya diperlukan untuk membantunya” kata dokter kemudian.
“Saya…saya pasti akan membantunya dok…pasti…” jawab Shiori dengan yakin.
*****
Setelah Shiori mendapat penjelasan dokter, Shiori kembali menuju kamar Masumi.
“Masumi…” panggil Shiori perlahan ketika di lihatnya Masumi sedang menatap ke arah luar jendela.
Masumi menolehkan kepalanya dan memandang kosong Shiori.
“Anda memanggilku, nona?” Tanya Masumi pada Shiori kemudian ia bertanya dalam hatinya “Siapa wanita ini?” ia pun mencoba mengingatnya tapi dalam memorinya tidak ada ingatan apa-apa tentang wanita di depannya itu.
Shiori yang melihat Masumi menatapnya dengan tatapan tidak kenal, berjalan mendekatinya. Ia lalu tersenyum lembut pada Masumi.
“Ya, Aku memanggilmu, memangnya ada siapa lagi di sini selain kita berdua? Namamu adalah Masumi, Masumi Hayami. dan aku adalah Shiori…Shiori Takamiya,tunanganmu…” katanya sambil menunjuk pada dirinya sendiri.
“Namaku Masumi Hayami dan kamu, Shiori tunanganku?”Tanya Masumi ragu
Shiori mengangguk yakin.
Masumi mencoba mengingat kembali, siapa dirinya..benarkah namanya adalah Masumi…dan benarkah wanita di dekatnya ini adalah tunangannya..tapi sekeras apapun ia berusaha mengingat, ia tidak dapat mengingatnya, otaknya tidak dapat memberitahukan padanya apa-apa. Memorinya kosong.
Masumi tiba-tiba mengernyitkan dahinya, kepalanya terasa sangat sakit ketika ia memaksakan dirinya mengingat. Ia lalu memegang kepalanya.
“Masumi..kamu kenapa?” Tanya shiori yang melihat Masumi memegangi kepalanya.
Shiori segera menenangkan Masumi.
“Masumi, jangan memaksakan dirimu…kamu belum pulih benar, pelan-pelan saja. Pelan-pelan kamu akan mengingatnya….Aku akan dengan senang hati membantumu mengingat kembali semuanya “ kata Shiori dengan yakin “Tapi tentu saja tanpa ingatan tentang Maya Kitajima” sambungnya dalam hati.
*****
Di kamar Shiori………..
Shiori membuka salah satu laci meja riasnya
Ia lalu mengambil sebuah kotak kecil yang dilapisi beludru biru, kemudian ia membuka kotak itu.
Didalamnya tampak sebuah cincin bermata safir yang berkilauan. Cincin itu adalah cincin pertunangannya dengan masumi.
Sambil memandangi cincin itu, Shiori teringat kejadian sebelum masumi berangkat ke Amerika.
Malam itu, Masumi mengajaknya makan malam. Ia mengira kalau Masumi mengajaknya kencan karena itu ia berdandan dengan cantik. Dan dengan tidak sabar menunggu kedatangan Masumi.
Masumi mengajaknya makan ke sebuah restoran mewah.
Tapi, selesai makan malam Masumi mengatakan hal yang begitu mengejutkannya.
“Aku ingin membatalkan pertunangan kita, Shiori. Setelah kepulanganku dari Amerika, secara resmi aku akan mengumumkan pertunangan ini”ucap Masumi saat itu.
“Mengapa?” Tanya Shiori
“Karena aku tidak mencintaimu, tidak pernah mencintaimu dan tidak akan bisa mencintaimu..” jawab Masumi “Maafkan aku Shiori..aku tidak mau membohongi mu dengan hubungan kita, terlebih lagi aku juga tidak mau membohongi perasaanku. Aku mencintai gadis lain” jelas Masumi kemudian.
“Gadis itu Maya kitajima kan?” Tanya Shiori
“Dari mana------“
“Dari mana aku mengetahuinya? Aku sudah mengetahuinya dari dulu, bahkan aku pun tahu kalau selama ini kamu melindungi gadis itu di balik bayang-bayang mawar ungu” jawab Shiori memotong perkataan Masumi
“Masumi, tidakkah kamu sadar, kalau gadis itu tidak cocok untukmu…gadis itu hanya pantas untuk menjadi keponakanmu.. perbedaan umur kalian terlalu jauh Masumi…”
“Aku tahu…dulu aku pernah berpikir demikian, tapi seperti aku katakan tadi aku tidak dapat membohongi perasaanku…aku tidak bisa…..”tegas Masumi
“Masumi, apa kamu yakin kalau gadis itu juga mempunyai perasaan yang sama denganmu? Bagaimana kalau ternyata gadis itu membencimu?”
“Aku sangat yakin, Shiori. Tapi walaupun Maya tidak mempunyai perasaan yang sama denganku, aku akan tetap melakukan ini. Aku akan tetap membatalkan pertunangan kita.” Jawab Masumi yakin
“Mengapa?” Tanya Shiori lagi
“Seperti yang aku katakan tadi. Aku tidak ingin membohongi perasaanku juga perasaanmu karena itu tidak adil juga bagimu” jawab Masumi
“Tidak adil? Aku rela tetap bersamamu, walaupun kamu tidak mencintaiku. Aku akan berusaha membuat kamu mencintaiku Masumi. Aku begitu mencintaimu..sangat mencintaimu dan aku tidak mau kehilanganmu” kata Shiori.
“Maafkan aku Shiori. Aku tidak bisa melakukannya. Aku akan tetap membatalkan pertunangan kita.” Tegas Masumi
Suasana hening sejenak.
“Masumi, apa kekuranganku dibanding Maya sehingga kamu mencintai dia?” Tanya shiori memecah keheningan di antara merela.
Masumi terdiam sesaat. Ia hanya menatap Shiori kemudian menghela napasnya.
“Sejujurnya Shiori, bila kamu dibandingkan dengan Maya, kamu jauh lebih sempurna. Tidak ada kekurangan pada dirimu” jawab Masumi “TAPI…..yang aku cintai adalah Maya bukan kamu. Aku tidak bisa mencintai kamu karena hatiku telah dipenuhi oleh dirinya” lanjut Masumi
“Mengapa kamu mencintai Maya?apa yang membuatmu mencintai dia?” Tanya Shiori penasaran.
“Aku tidak tahu alasannya Shiori. Mungkin berawal dari kekagumanku dengan semangatnya yang begitu tinggi. Lalu tanpa aku sadari perasaan kagum itu telah berubah menjadi cinta. Yang aku tahu sekarang aku sangat mencintainya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Hidupku tidak akan berarti tanpa dirinya, Shiori.”jawab masumi
Jawaban Masumi membuat Shiori diam. Dia menatap Masumi dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca oleh Masumi
“Kamu…kamu akan menyesal Masumi karena kamu telah menolak aku, karena aku takkan membiarkan kamu dan gadis itu bersatu. Aku tidak bisa mendapatkanmu, begitu juga dengan gadis itu” Kata Shiori sambil berdiri dan meninggalkan Masumi sebelum Masumi sempat berkata apa-apa.
*****
Kembali lagi ke kamar Shiori
Shiori tersenyum melihat cincin itu.
“kesempatan….inilah kesempatan yang aku tunggu. Kesempatanku untuk memisahkanmu dengan Maya Kitajima telah datang. Tuhan begitu berbaik hati padaku memberi kesempatan ini. Mulai sekarang, aku bersumpah aku tidak akan melepaskanmu, Masumi. Aku takkan membiarkanmu meninggalkan aku lagi. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.” Ucapnya perlahan sambil mengelus cincin itu.
“Mulai hari ini, aku akan memakai cincin ini, karena aku tetap adalah tunanganmu, Masumi” lanjutnya sambil memasukkan cincin itu ke jarinya.
“Kali ini kamu takkan kubiarkan kamu menolakku lagi..takkan pernah….
Aku juga tidak akan pernah membiarkan Maya Kitajima masuk dalam hatimu untuk kedua kalinya. Kamu adalah milikku…hanya milikku…” katanya lagi.
Shiori mengangkat gelas anggur yang dari tadi ada di meja riasnya.
“Cheers” katanya sambil menyentuhkan gelas itu ke cermin.
“Untuk keberuntunganmu, Shiori” katanya lagi pada bayangannya sendiri. Lalu ia tertawa……tertawa dengan sangat keras.(note: tawa ala Ratu jahat di dongeng putri salju ^^)
*****
Maya berulang kali menelepon Hijiri. Ia ingin menagih janji Hijiri yag mengatakan bahwa ia akan segera memberitahu keadaan Masumi.
Tapi, Hijiri tidak pernah mengangkat teleponnya.
Hati kecil Maya sudah sangat takut…jangan-jangan terjadi hal yang buruk sehingga Hijiri tidak juga mengangkat teleponnya.
Hari ini, entah sudah berapa kali, ia mencoba menelepon Hijiri.
“angkat teleponnya, Pak…..tolong angkat teleponnya…aku mohon..aku mohon…”harap Maya dalam hati saat untuk ke sekian kalinya ia menelpon Hijiri sambil mendengarkan nada sambung di handphonenya.
“halo”
“Pak Hijiri, akhirnya anda mengangkat telepon anda..ucap Maya lega mendengar suara Hijiri. “mengapa anda begitu sulit saya hubungi….apa….apa terjadi hal buruk pada Masumi?”Tanya Maya cemas
“Maya…”
“Pak Hijiri, Masumi tidak apa-apa kan? Tidak terjadi hal yang buruk kan?” Tanya Maya lagi. Hatinya mulai deg-degan tidak karuan.
Tidak ada jawaban dari Hijiri.
Maya hanya mendengar hembusan napas panjang Hijiri.
“Pak Hijiri, tolong…tolong beritahu aku…anda jangan diam saja seperti itu. Sikap diam anda membuat aku takut…” kata Maya lagi
“Maya…Pak Masumi baik-baik saja. Kondisinya mulai pulih. Beberapa hari lagi beliau sudah diperbolehkan pulang” sahut Hijiri akhirnya.
“OH syukurlah kalau begitu…aku kira terjadi hal yang buruk pada Masumi.”Ucap Maya lega
“Maya, tapi…”terdengar suara ragu dari suara Hijiri
“Tapi…apa pak Hijiri?”
“Tapi mungkin kamu belum bisa menemuinya dalam waktu dekat ini” jawab Hijiri
“Kenapa?”
“karena…karena pak Masumi masih dalam masa pemulihan. Jadi…beliau kurang leluasa bertemu denganmu lagipula hubunganmu dengan Pak Masumi kan belum diketahui orang banyak”kata Hijiri memberi alasan.
“Oh..aku mengerti, pak Hijiri. Tidak apa-apa.aku akan sabar menunggu…menunggu sampai Masumi menemuiku. Terima Kasih banyak Pak Hijiri” ucap Maya sebelum ia menutup telponnya.
Diujung sana, Pak Hijiri masih memegang handphonenya. Ekspresinya tampak sedih.
Sekali lagi ia menghembuskan napasnya yang panjang.
“Maafkan aku Maya. Aku tidak bisa mengatakannya padamu. Bagaimana cara aku mengatakannya padamu. Kalau pak Masumi….pak Masumi…..” gumam Hijiri perlahan
bersambung ke PoL 6....
hemmmmm aku bantu pak hijiri :Maya, Pak Masumi terkena Amnesia......maka dari itu dia tidak ingat siapa dirinya...." :)
BalasHapusAyo Maya pasti cuma dirimu yg bisa bantu ngembaliin ingetan MH, biar ingatannya hilang......memori soal Maya pasti gak akan ilang...... oke sist Fenny Lanjuuuut LCLB :P
wahhhh...... masumi kerennn.. wlwpun amnesia ttp aj keren.... penasaran akhirnya gemana.. makaci mbak fen.... sukaa sekaliii...:)
BalasHapushehehe...sist Ivone bisa ajaaaa :D
BalasHapusaku juga gak tau akhirnya gimana sis....nah lho ;p
BalasHapus