Halaman

Sabtu, 10 November 2012

1001 Mawar Ungu part 08


Setelah Ryu menghentikan mobilnya di depan kantor polisi, Maya bergegas keluar diikuti Kaoru. Dengan setengah berlari, ia masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Masumi. Dan ia pun melihat Masumi yang sedang duduk membelakanginya dan berbicara dengan seorang polisi.


"Pak Masumiiii...." panggil  Maya sambil menghampiri Masumi.

Masumi yang mendengar panggilan Maya perlahan membalikkan badannya. "Mu...mungil...." ucapnya sambil berdiri dari duduknya

Maya mendekati Masumi dan memegang lengannya. "Maaf...maafkan aku, pak Masumi" ucap maya sambil menatap lekat Masumi.

"Eh?maaf?"Kening Masumi berkerut. "Mengapa kamu minta maaf padaku?”

"Karena.....semua ini gara-gara aku" jawab Maya "gara-gara aku, anda jadi harus berurusan dengan polisi"

"Tidak mungil. Ini bukan--"

Rabu, 15 Agustus 2012

1001 Mawar Ungu part 07


Langit semakin gelap dan bintang-bintang mulai bermunculan. Maya dan Masumi pindah ke teras villa dan duduk di sebuah sofa panjang yang ada di sana.

Maya kembali menyandarkan kepalanya pada bahu masumi. Kepalanya mendongak ke atas, menatap langit penuh bintang.

"Ah...aku tidak pernah menyangka kalau aku akan dapat melihat bintang lagi bersama anda, pak Masumi"

"Benar" angguk Masumi membenarkan "aku pun tidak pernah menyangka dapat melihatnya lagi bersamamu, mungil"

"Pak Masumi…"

Lalu keduanya terdiam menikmati bintang di angkasa.

Jumat, 20 Juli 2012

1001 Mawar Ungu part 06


“Mungil…bangun, mungil…”

“Hmmm….” gumam Maya sambil menggerakkan tangannya.

“Mungil….”

Mendengar panggilan itu, Maya pun membuka matanya dan mengejap-ngejapkannya. “Aku…aku di mana?” gumamnya. Dan ia pun melihat Masumi. “An..anda…”

“Ayo, keluar. Kita sudah sampai” ucap Masumi.

“Sam..sampai?” tanya Maya tidak mengerti. Kemudian ia melihat sekelilingnya. Ia melihat laut dan sebuah villa. Lalu ia mengingat semuanya. Tadi ia dipaksa Masumi untuk ikut dengannya kemudian Masumi mengatakan kalau mereka akan pergi ke Izu. Lalu dalam perjalanan, tanpa sadar ia tertidur.

Jumat, 01 Juni 2012

Rahasia Kecil Mariko

Warning : Akhir cerita ini ‘menggantung’ (di po’on)

“Namaku Mariko. Musim panas ini umurku 5 tahun. Ibuku adalah seorang artis, namanya Maya Kitajima….”ucap Mariko dengan suara lantang di depan kelas. Ia sedang mendapat giliran membacakan cerita tentang keluarganya pada teman-teman sekelasnya. “..aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki, namanya Mamoru. Sekarang ia duduk di kelas 2 sd. Itulah keluargaku. Aku sangat sayang se—“

“Ayahmu…” celetuk seorang teman sekelas Mariko dari kursi belakang “Ayahmu koq tidak disebut”

“A…ayahku—“ ucap Mariko terbata dan matanya berkaca “Ia—“

“Mariko tidak punya ayah” serobot Genta, anak paling bandel di kelas ini “Mariko nakal sih jadinya tidak punya ayah”

“Aku tidak nakal” seru Mariko dengan air mata menggenang di pelupuk matanya.

“Betul” bela Ayano, teman sebangku Mariko “Kamu yang nakal, Genta”

“Enak saja” sahut Genta “Yang nakal itu Mariko, makanya ayahnya meninggalkannya. Ayahku tidak meninggalkanku”

“Bukaan..kamu yang—“

“Cukup…cukup….” teriak ibu Yoshida, guru kelas mereka ketika kelasnya menjadi ramai “Genta, minta maaf pada Mariko” ucapnya dengan tegas pada Genta.

“Tapi, bu. Aku kan tidak—“

Sabtu, 19 Mei 2012

1001 Mawar Ungu part 05


“Tante Mayaaa…” panggil Momo yang kembali keluar karena Maya tidak masuk-masuk juga ke dalam rumah. Dengan kakinya yang kecil, ia berlari menghampiri Maya yang masih terduduk di depan pagar dan menatap ke satu arah, arah Masumi dari pergi.

“Tante Mayaa….” panggil Momo lagi ketika ia sudah ada di dekat Maya. Wajah polosnya tampak cemas karena Maya diam saja dan tidak menyahuti panggilannya.

“Tante Mayaa…” sekali lagi Momo memanggil Maya sambil menyentuh tangan Maya “Tante…..tante kenapa?”

Sentuhan tangan Momo di tangannya menyadarkan Maya sehingga Maya menoleh dan menatap Momo yang juga sedang menatapnya dengan tatapan khawatir. “ah…Momo chan…” ucap Maya akhirnya.

“Tante…tante kenapa?” tanya Momo lagi.

Story About You and Him #6



“Masumii….ayo dong ngomong” serumu “Jangan diam saja”

Tapi Masumi hanya diam membisu Dan menatap kesal padamu.

“Mawar ungu? Halooo…..Mawar ungu?” terdengar lagi suara Maya di sana “Apa anda bisa mendengarku?”

“Bisa…bisa…..” teriakmu keras sambil memandang Masumi dengan mimik kesal “Mawar ungu ada di sini koq tapi medadak gagu, kayaknya ada yang memotong lidahnya jadi tidak bisa bicara deh xixixixixi…”lanjutmu mengoceh sendiri walaupun kamu tahu kalau Maya tidak mungkin dapat mendengar ocehanmu kemudian kamu kembali berkata kepada Masumi “Masumiii….ayoo….orang bertanya koq tidak di jawab sih—“

Masumi masih saja diam, tidak berkata apapun. Ia terus saja memandang kesal padamu lalu dengan tiba-tiba ia merebut ponsel dari tanganmu dan mematikannya.

“Lho…lho…lho…koq dimatikan sih, Masumi” protesmu “Kamu tuh ya, bukannya dijawab malah langsung dimatikan, dasar tidak punya sopan santun. Harusnya kan—“

“Tutup mulutmu” desis Masumi sambil melotot padamu.

Selasa, 01 Mei 2012

Always By Your Side part 1

 (Sekuel Valentine's Chocolate)


“Pak Masumi…silahkan dokumen yang ini anda tanda tangani” ucap Mizuki sambil menyerahkan sebuah dokumen ke hadapan Masumi. Dan tanpa banyak bicara, Masumi pun meraih bolpen yang menandatanganinya.

“Ada lagi yang lain?” tanya Masumi sambil menyerahkan kembali dokumen yang telah ditanda tanganinya pada Mizuki.

“Tidak ada, pak Masumi. Hanya itu” sahut Mizuki sambil mengambil kembali dokumen tersebut “Dan ini…” lanjutnya sambil meletakkan beberapa dokumen lain di atas meja Masumi “Dokumen yang harus anda pelajari”

“Hmm…taruh saja di sana, Mizuki. Nanti aku akan membacanya” ucap Masumi.

“Eh?” tanya Mizuki menatap Masumi heran.

Masumi mengangkat wajahnya dan menatap Mizuki “apa ada yang salah, Mizuki?”

Kamis, 29 Maret 2012

Tidaaak......part 4-End

(cerita ini dilanjutkan oleh saia si cupid ^^ dan berhasil ditamatkan oleh saia  xixixixi...)

“Pak Masumi..i..itu…itu…” ucap Maya terbata sambil membaca kembali rangkaian kalimat di bawah sana lalu ia menatap Masumi dengan tatapan tidak percaya “A..aku tidak salah membacanya kan?”

Masumi tersenyum mendengar pertanyaan Maya “Memangnya kamu membacanya bagaimana?”

“hmm….bersediakah kau menikah denganku, Maya kitajima” jawab Maya perlahan dengan wajah merona.

“Eh? Begitukah bunyi kalimat yang tertera di bawah itu?” tanya Masumi pura-pura kaget “Kamu yakin tidak salah membacanya, Maya?”

“Pak Masumiii…” seru Maya kesal “Anda tidak serius rupanya” lanjutnya sambil mengerucutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya.

“Jangan marah” bujuk Masumi “Aku kan hanya becanda”


Kamis, 15 Maret 2012

1001 Mawar Ungu part 04


“Bodoh…bodoh…bodoh….” gumam Maya di dalam taksi yang membawanya pergi “Apa yang aku lakukan? Untuk apa aku datang melihatnya?” lanjutnya dengan berderai air mata.

Tanpa diinginkannya, kejadian di mana Shiori sedang memeluk Masumi terbayang lagi olehnya.

Deg…

Maya pun memegang dadanya yang terasa sakit.

“Mengapa? Mengapa aku seperti ini? Jelas-jelas aku tahu kalau nona Shiori adalah istri pak Masumi. Jadi wajar, kalau ia memeluk pak Masumi. Tapi mengapa aku merasa hatiku sakit? Ada perasaan tidak rela dalam hatiku ketika melihat kejadian itu… Mengapaaa..?”

Selasa, 21 Februari 2012

Valentine's Chocolate (2 of 2-end)


Beberapa saat kemudian…

“Hmmm…pa..pak Masumi” panggil Maya yang baru saja keluar dari kamar mandi pada Masumi yang berdiri membelakanginya.

Masumi pun membalikkan badannya dan ia tersenyum melihat Maya yang telah memakai piyamanya dan berdiri tak jauh darinya.

“Sudah selesai mandinya?” tanyanya kemudian.

Maya mengangguk.

“Semoga kamu nyaman dengan piyamaku itu, mungil” ucap Masumi “Bajumu sudah aku masukkan ke mesin pengering. Jadi sampai menunggu bajumu benar-benar kering, terpaksa kamu memakai piyamaku“

“Tidak apa-apa,pak Masumi” sahut Maya “A..aku cukup nyaman dengan piyama anda ini” lanjutnya dengan wajah sedikit memerah, yang membuat Masumi kembali tersenyum.

“Duduklah di sana” katanya kemudian sambil menunjuk ke sofa yang ada di ruang tamunya.

Maya mengangguk lalu ia berjalan menuju sofa dan duduk di salah satu sofa.

Selasa, 14 Februari 2012

Valentine's Chocolate (1 of 2)



“Bunganya, pak….” Ucap seorang wanita muda menawarkan setangkai mawar merah pada Masumi yang baru saja turun dari mobilnya di depan gedung Daito.

“Ayo, pak. Dibeli bunganya. Untuk istri anda” ucap wanita muda itu lagi terus menawarkan dagangan bunganya pada Masumi.

“Tidak” sahut Masumi pendek.

Tapi wanita muda itu tidak pantang menyerah. Ia terus saja menawarkan dagangannya.

“Ayolah, pak. Bila anda sayang pada istri anda, berilah ia bunga. Ia pasti akan gembira dan semakin mencintai anda” ucap wanita muda itu lagi.

“Tidak” ucap Masumi lagi sambil mempercepat langkahnya masuk ke dalam lobby. Di dalam lobby, ia menghampiri seorang satpam yang sedang mondar-mandir di dalam lobby tersebut.

“Pagi, pak Masumi” ucap si satpam ketika ia melihat Masumi mendekatinya.

“Pagi…” sahut Masumi pendek “Pak satpam, bagaimana kamu bisa membiarkan penjual bunga itu” lanjutnya sambil menunjuk ke arah wanita muda di depan lobby yang sedang menawarkan bunga-bunga pada orang-orang yang masuk ke dalam gedung Daito “Menawarkan bunganya di sana”

“Eh itu…”

Sabtu, 28 Januari 2012

Tidaaak......part 3

(Lanjutan cerita ini kembali dibuat oleh :Mia HayƤmi)

‘’Begini Rei, biar aku jelaskan. Aku dan pak Masumi sekarang....’’

‘’Aku mengantar Maya kesini untuk mengambil pakaiannya’’jawab Masumi.

‘’Pakaian? Memangnya Maya akan pergi kemana?’’. Rei terlihat kebingungan.

‘’Begini Rei aku dan Pak Masumi akan....’’

‘’Kami akan tinggal bersama’’lanjut Masumi.

Rei nampak sangat terkejut.’’Apaaaa....tinggal bersama, tapi bagaimana bisa?’’

’’Pak Masumiiii....’’. Maya menyenggol pinggangnya.

’’Kau kenapa sih? Sakit tahu’’.

‘’Habis pak Masumi selalu memotong pembicaraanku’’.

‘’Aku akan bermaksud baik membantumu bicara pada Rei. Bukannya berterima kasih malah menyenggol pinggangku sampai sakit’’.

‘’Rasakan itu....’’

‘’Mayaaaa....’’. Masumi mulai terlihat kesal sekaligus gemas dengan sikap kekasihnya.


Rabu, 25 Januari 2012

Tidaaak......part 2

(cerita ini kembali dilanjut oleh :Nisa Nurul Aziemi)

Kekasih… Jadi… aku ini sudah resmi jadi kekasihnya Pak Masumi yaa? Pasti bohong kan?

Kemudian Maya mencubit pipinya, “aaaawwww! Sakiit!” jeritnya sambil mengusap-usap pipi kanannya.

 Berarti benar. Aku jadi kekasihnya Pak Masumi…Hihi… Pak Masumi… pipi Maya merona dadu. Lalu dia mengingat Pak Masumi yang tadi mendatanginya di taman. Dia tidak jadi menikah dengan Nona Shiori… tadi dia bilang, karena aku berteriak di gereja, malah menyadarkannya… Horeee… aku berhasiill…

Sejak sampai di rumah, Maya tidak bisa berhenti memikirkan Masumi. Berikut fakta kalau Masumi sudah menobatkannya sebagai ‘kekasih’.

Dan Pak Masumi juga berjanji akan menghubungiku lagi, mau mengajakku kencan. KYAAA!!! Maya kembali menjerit kesenangan dalam hati.

Ketika Maya datang ke gereja tadi, dia sama sekali tidak menyangka kalau teriakan putus asanya itu akan menghasilkan efek sedemikian besar. Terlebih saat orang-orang yang berpakaian serba hitam itu melemparkan Maya keluar gereja, rasanya dia sudah ingin mati saja.

“Maya…”


Jumat, 20 Januari 2012

1001 Mawar Ungu part 03


Maya masih menatap arah kepergian mobil Masumi, walaupun mobilnya sudah tidak terlihat lagi.

“Pak…Masumi….maafkan….maafkanlah aku……dan semoga anda selalu berbahagia…..” ucapnya dalam hati.

Tanpa Maya menyadari, Ryu mendekati Maya dan menepuk bahunya perlahan.

“Maya…..” panggilnya pelan.

Cepat-cepat, Maya mengusap air mata yang menggenang di kedua matanya kemudian berbalik menatap Ryu.

“Kak Ryu----“

“Maya, boleh aku menanyakan sesuatu?”

Maya mengangguk.

“Siapa dia?” tanya Ryu dengan hati-hati.

“Eh..?”

“Pria itu….” Ucap Ryu “Kamu sebenarnya mengenalnya kan?”

Maya diam dan menundukkan kepalanya. Perlahan, ia menganggukkan kepalanya.

“Lalu…mengapa kamu pura-pura tidak mengenalnya?” tanya Ryu lagi.


Rabu, 18 Januari 2012

Tidaaak......part 1

“Pak sopir, bisa lebih cepat?”tanyaku sambil melirik arloji.

“Maaf, nona” sahut sopir taksi itu “Tapi anda bisa melihatnya sendiri jalan sangat macet”

“Ta..tapi-------“ ucapku sambil kembali melirik arlojiku “Kalau begini, aku bisa terlambat…….”

Aku segera mngeluarkan dompetku dan mengeluarkan beberapa yen dan menyerahkannya pada sopir taksi.

“Aku turun saja di sini” ucapku sambil keluar dari taksi.

“Nona…kembaliannya?”

“Untuk anda saja, pak” sahutku sambil berlari.

Aku berlari dan terus berlari menuju gereja yang masih berada beberapa blok lagi dari sini.

Aku tidak boleh terlambat…tidak boleh……

Hari ini adalah hari pernikahan pak Masumi, mawar unguku dengan nona Shiori. Dan aku ingin melihatnya secara langsung pernikahan mereka dengan mata kepalaku sendiri, jadi aku berlari menuju gereja….

Rabu, 04 Januari 2012

Tamu Spesial di Penghujung Tahun (2 of 2-end)

Maya mengajak Candy ke pondoknya karena Masumi dan Albert masih mempunyai sesuatu yang harus di kerjakan. Sesampainya di pondok, Maya memperkenalkan Candy pada teman-temannya.

Setelah itu, mereka bersepeda keliling area peristirahatan dan berhenti di sebuah hutan kecil yang ada di sana, sambil menikmati bekal mereka.

“Apa pekerjaanmu, Candy?” tanya Rei.

“Oh..aku adalah seorang perawat” sahut Candy sambil memakan bekalnya.

“Perawat?”


Minggu, 01 Januari 2012

Tamu Spesial di Penghujung Tahun (1 of 2)

Maya memandangi ponselnya sambil berbaring telungkup di sofa. Ponsel itu pemberian Masumi, sebelum ia pergi ke Tokyo. Ya….sehari setelah natal, Masumi memang kembali ke Tokyo untuk menjemput tamunya yang datang dari Amerika. Tapi Masumi berjanji pada Maya akan segera kembali ke pondok secepatnya untuk merayakan tahun baru bersama.

“Huh….pak Masumi ke mana sih?” gerutu Maya “Masa sampai sekarang tidak juga menelponku” lanjutnya kesal.

Rei yang masuk ke dalam pondok, menghela napasnya melihat tingkah Maya.

Rei dan teman-temannya memang sudah mengetahui bahwa Maya dan Masumi adalah sepasang kekasih, sejak beberapa hari yang lalu, tepatnya ketika hari natal. Ya…..di hari natal itu…………